Senin, 11 November 2013

ALL  ABAOUT  APPRENTICE
writting for IBK preneurs Unimus

            Magang adalah rentetan acara dari program IBK Unimus yang sangat luar biasa. Magang ini ditujukan agar setiap peserta IBK Unimus mampu secara langsung mengamati dan mengobservasi jalanya suatu usaha baik yang bergerak dalam sektor Industri ataupun Jasa.
Saya Syaiful Haque, memilih tempat magang pada usaha yang bergerak di bidang jasa. Usaha pelayanan bimbingan belajar adalah tempat saya menimba ilmu secara langsung tentang bagaimana bisnis di sektor jasa. Bagaiman usaha tersebut tumbuh dan berkembang. Inovasi apa saja yang telah dilakukan dan seberapa jauh minat konsumen terhadap jasa seperti ini.
Bimbingan belajar tempat dimana saya magang beralamat di di Jl . Perum KORPRI Blok T1 No 4 Klipang Semarang. Bernama Bimbel Cerda dengan branding meraih prestasi cemerlang menuju masa depan gemilang. Usaha ini dirintis oleh dua orang mahasiwa Universitas Muhammddiyah Semarang sendiri yaitu saudara Hadi dan saudara Meirza Muztaqim. Usaha ini baru berjalan sekita 2 bulan, namun sudah terdaftar sebanyak 36 anak yang menjadi konsumen tetap. Saya sudah banyak mengamati tentang managemen dijalankanya usaha ini dan sekarang akan saya bagi dengan pembaca sekalian.
Usaha ini bergerak di bidang jasa, jadi manajemen pelayanan sangatlah penting. Hal utama yang dilakukan owner adalah memastikan kepuasan pelanggan setelah menggunakan jasanya. Karena usaha ini menjadikan seorang tentor belajar sebagai ujung tombak kepuasan pelanggan, maka selalu ditekankan kepada para tentor untuk mengutamakan kepuasan pelanggan dengan cara melakukan pembimbingan belajar secara maksimal bahkan mendengarkan semua komplain pelanggan dengan raut wajah tanpa amarah.
Bimbel cerdas buka setiap hari senin hingga jum’at pukul 15.00 hingga 21.00. ada dua kelas yang disediakan dapat digunakan untuk tempat pembelajaran bila konsumen menginginkan pembelajaran dilakukan di tempat tersebut. Namun bila konsumen menyepakati tempat lain untuk dilakukan pembelajaran, maka tentor akanlah yang akan mengunjungi tempat tersebut. Biasanya tentor datang ke rumah konsumen dan melakukan pembelajaran di sana. Ada dua paket pembelajaran yang dapat konsumen pilih. Yaitu group dan privat. Untuk paket privat, secara intensif seorang tentor akan mengajar seorang murid, sedangkan untuk paket group seorang guru maksimal mengajar 10 murid.
Seperti yang saya katakan di awal, bahwa di sini tentor belajar menjadi ujung tombak kepuasan pelanggan. Maka management sumber daya manusia yang dilakukan haruslah tepat untuk menjamin tentor-tentor ini bekerja sesuai dengan kewajibanya. Salah satu Managemen yang dilakukan oleh owner adalah dengan pemberian upah kepada para tentor per pembelajaran. Upah tersebut dibedakan antara tentor pengajar di kantor Bimbel Cerdas dengan tentor pengajar yang harus mengunjungi rumah atau temapt yang telah disepakati oleh konsumen. Singkat kata tentor yang harus mengajar bukan di kantor mendapatkan bonus uang transportasi. Untuk memastikan kualitas para tentor, rekrutmen yang dilakukan untuk menjadi Tentor Bimbel Cerda dilakukan dengan tidak sembarangan. Bagi mahasiswa sendiri yang berminat menjadi tentor Bimbel Cerdas, IPK yang bagus menjadi satu syarat untuk dapat diterima menjadi tentor Bimbel Cerdas. Tidak hanya itu, dilakukan juga beberapa tes sederhana untuk mengetahui kecakapan tentor dalam menyampaikan materi.
 Absensi dilakukan sangat ketat. Semua tentor baik yang mengajar di kantor ataupun di tempat lain harus tetap melakukan absen rutin harian di kantor Bimbel Cerdas. Bila hal itu tidak dilakukan, tentor akan kehilangan upahnya. Ada gagasan untuk memberikan reward bagi tentor-tentor rajin dan berprestasi. Selain itu, juga dilakukan beberapa kali kumpul bersama untuk meningkatkan kedekatan sesama tentor dengan pemilik.
Selanjutnya adalah pengelolaan keuangan. Dimanapun tempatnya, managemen finansial selalu menjadi hal yang sangat vital. Saya tidak tahu persis berapa keuntungan yang diperoleh dengan menjalankan usaha ini, tapi dengan jumlah konsumen tetap dan kewajiban membayar yang harus mereka keluarkan dapat dipastikan usaha yang baru saja berdiri ini emiliki omset hingga belasan juta rupiah perbulan. Sekitar 30% dialokasikan untuk upah dan transport tentor. 50% untuk mengembangkan usaha dan sisanya untuk saving dan berjaga-jaga bila terjadi hal yang tidak diinginkan. Kebanyakan usaha di Indonesia memang tidak mempercayakan keaamanan usahanya dengan asuransi. Begitu juga peursahaah ini. Maka dari itu saving sangat penting untuk persiapan bila ada suatu hal tidak terduga yang terjadi.   
 Untuk owner sendiri, beliau bilang jarang mengambil prosentase bagi dirinya. Karena usahanya masih membutuhkan banyak hal untuk berkembang, beliau lebih mengutamakan keperluan bagi usahanya. Maklum masih kuliah, uang jajan masih bisa ditanggung sama orang tua.
            Salah satu hal yang tidak kalah penting adalah managemen pemasaran. Bagaimana owner memperkenalkan ushanya kepada masyarakat. Untuk Bimbel Cerda sendiri, dlam segi pemasaran masih kurang aktif. Untuk sementara ini, yang dilakukan pihak Bimbel adalah membuka kantor dan tempat bimbingan belajar kemudian menunggu konsumen datang dan mendaftar. Promosi yang dilakukan masih minim. Bahkan penyebaran brosur hanya terpusat pada beberapa tempat saja. Adanya sosial media juga kurang digunakan untuk menarik konsumen. Promosi yang dilakukan masih sebatas menunggu datangnya bola.
            Untuk branding sendiri, perusahaan Bimbel Cerdas sudah cukup baik. Selain menekankan untuk selalu menunjukan keramah tamahan bagi seluruh tentor dan pegawainya kepada pelanggan Bimbel Cerdas juga membuka kotak komplain untuk mewadahi pendapat pelanggan yang tidak puas dengan pelayanan dari Bimbel cerdas sehingga bisa menjadi koreksi untuk kemajuan Bimbel Cerdas yang lebih baik. Disamping itu, satu hal yang membedakan Bimbel Cerdas dengan Bimbel lain adalah pelayanan bimbingan pembelajaran yang dilakukan mencakup semua usia sekolah dari TK, SD, SMP, SMA/SMK hingga umum. Jadi bimbingan belajar ini menjadi slah satu bimbingan belajar yang cukup lengkap dan berkompeten.  

SEKOLAH  BISNIS  UNIMUS
“My passion was discovered here”
writting for IBK preneurs UNIMUS


Sekolah wirausaha adalah rentetan dari program IBK Unimus yang harus aku ikuti selanjutnya. Di sini kami mendapatkan ilmu tentang dunia bisnis yang sebenarnya. Banyak sekali pelajaran berharga yang kami terutama aku sendiri dapatkan. Tentang bagaimana memulai, menjalankan hingga mengembangkan usaha menjadi bisnis raksasa. Waow...!!!, ini benar-benar luar biasa. Ok, pasti para pembaca sudah tidak sabar mendengar cerita pengalamanku di sekolah wirausaha IBK UNIMUS 2013. Baiklah, mari kita mulai dari cewek yang pertama ini.
Orang-orang lebih akrab memanggilnya mbak Miulan. Beliau adalah seorang pelaku usaha yang bergerak di sektor properti. Dia mengembangkan bisnis kreatif, yaitu jilbab trendi yang beda dari yang lain. Dia mengagas ide tersebut ketika masih kuliah dan dengan keuletan usahannya dapat bertahan hingga saat ini bahkan berkembang pesat. Beliau adalah satu sosok yang dapat dijadikan panutan ketika kita memang ingin memulai usaha dari bawah. Dari cerita pengalamanya menekuni duni bisnis, dia sudah beberapa kali berganti usaha. Dari jualan kopi, sampai sekarang mengembangkan bisnis jilbab trendi ini yang omset pertahunya mencapai ratusan juta. Lumayan banget kan ?. Beliau menekankan untuk selalu melakukan inovasi dalam berbisnis. Inovasi tidak selalu terpusat pada produk, tapi juga tentang pemasaranya, branding perusahaan atau hal lain yang membuat orang lebih memilih produk yang kita buat dibandingkan yang lain.salah satu yang Mbak Miulan lakukan adalah melakukan penjualan secara online namun dengan integeritas tinggi menjamin kepuasan konsumen. Selain itu beliau juga berpesan untuk menjadikan konsumen sebagai rekan. Menumbuhkan rasa kekeluargaan sehingga terbentuk keterkaitan emosi dengan konsumen. Hal ini akan menjaga loyalitas pelanggan terhadap produk kita katanya. Saat ini mbak Miulan telah  memiliki butiknya sendiri di daerah semarang dan bahkan produknya ada yang sudah diekspor. Aplouse buat mbak Miulan. Semoga usahanya lancar dan aku dapat mengikuti kesuksesan beliau selanjutnya. AMIN......
Pemateri lain yang sharing tentang Usahanya adalah mbak Ririn. Beliau juga masih sangat muda. Beliau adalah pendiri lembaga bimbingan belajar Kanaya. Usahanya juga berjalan dengan baik. Saat ini beliau telah mempekerjakan puluhan tenaga pengajar untuk membantunya mengembangkan Bimbel Kanaya. Sebagai seorang pemuda, semangtnya untuk brewirausaha patut di acungi jempol. Beliau juga memotivasi kita semua untuk merancang suatu usaha yang kita sukai, kemudian menekankan kepada kita untuk meyakininya. Yakin bahwa suatu saat kita benar-benar akan menjadi pengusaha seperti yang kita inginkan.
Yang selanjutnya ini aku lupa namanya. Beliau ada seorang pria muda yang juga dengan semangat menekuni dunia bisnisnya. Lika-liku yang beliau alami bahkan lebih beragam. Beliau bercerita tentang pengalamanya berjualan kambing, berjualan gedget hingga saat ini beliau fokus pada usaha kuliner. Mental usahanya sungguh luar biasa. Pengalaman yang beliau bagi kepada kami semua sangat luar biasa. Menggugah semangatku untuk dapat setara dengannya suatu saat nanti. Orang-orang ini memang menjadi bomber penyemangatku untuk berbisnis. Aku semakin tertarik menjalani dunia bisnis.
Tidak hanya pemacu semangat, Sekolah wirausaha IBK Unimus 2013 juga membekali kita semua ilmu untuk menyongsong persaingan dagang di era moderen. Salah satunya adalah mata pelajaran membuat toko on-line. Sedikit banyak aku tahu bagaimana caranya memasarkan produkku melalui sosial media yang hampir seluruh manusia di dunia dapat mengaksesnya. Hal ini sangat bermanfat bagi siapapun yang ingin mengembangkan usahanya hingga taraf internasional.
Cerdas produk juga tidak kalah penting bukan. Tentulah IBK Unimus menjebatani kita mengetahui lebih lanjut bagaimana caranya mencipta produk yang tepat guna dan akan diminti secara luas di masyarakat. Menjaga kualitas dan mengutamakan kepuasan pelanggan, itu juga merupakan salah satu cara branding yang paling maksimal untuk mengenalkan keunggulan produk kita di mata pelanggan. Aku baru tahu kalau ada hal yang harus dilakukan untuk memasukan produk kita ke dalam minsett para konsumen. Itu disebut Branding.
Selanjutnya kita juga akan dibekali ilmu akuntansi sederhana untuk managemen keuangan. Ternyata managemen keuangan itu sangat penting untuk menunjang keberlangsungan usaha yang kita bangun. Banyak usaha yang gulung tikar karena manegemen keuanganya amburadul. Aku tidak akan menemukan ilmu-ilmu yang berharga seperti ini kalau tidak bergabung dengan IBK UNIMUS. Luar biasa.

IBK Unimus memang tidak setengah-setengah dalam membekali anggota-anggotanya semua ilmu yang dibutuhkan dalam berbisnis. Para pengusaha-pengusaha sukses lain dihadirkan untuk membimbing kita mengenali lebih mendalam tentang bagaimana sistem pemasaran yang baik, cara melakukan inovasi juga cara menumbuhkan pikiran-pikiran kreatif dalam rangka mengenali pasar dan apa yang sedang dibutuhkan atau diminati oleh masyarakat. Juga dihadirkan dihadapan kami dari pemerintahan provinsi yang mengurus masalah koperasi dan UKM. Banyak sharing yang kami lakukan mengenai cara memulai membuka usaha, dukungan berbentuk apa saja yang sering dilakukan pemerintah untuk menunjang berkembangnya pelaku UKM, dan juga cara-cara memperoleh sertifikat resmi pemerintah berkenaan dengan kepantasan produk beredar di pasar dan label-label yang harus dimiliki produk kita. Memang banyak sekali manfaat yang dapat aku petik melalui forum ini. Betapa rugi sekali hidupku, kalau dulu aku menolak untuk bergabung dengan IBK Uimus. Masih teringat jelas beberapa bait yel-yel yang kita sepakati sebagai penyemangat sebelum sekolah wirausaha dimulai. “ Demi tekad kita jadi pengusaha, demi Cita kita jadi pengusaha. Hadapi rintangan hadapi tantangan. IBK UNIMUS akan tetap jaya”. Yah., seperti itulah semangat yang kami miliki. Menjadi pengusaha yang sukses. Terimakasih IBK Unimus telah memperluas semangat, tekad dan pikiran kita untuk tetap berdiri pada cita-cita kami. Seorang pengusaha. IBK Unimus, harus selalu Jaya.     
TASTY TRIP
WRITING FOR IBK PRENEURS UNIMUS

Bisa dibilang acara yang terakhir ini sangat super. Menutup semua kepenatan sekolah wirausaha dengan kunjungan langsung ke markas usaha kecil menengah kemudian jalan-jalan ceria. Menurut hematku, tentu tujuan utamanya adalah refresing, tapi banyak juga pelajaran yang dapat kita petik ketika melakukan kunjungan industri. Kita bisa melihat secara langsung bagaimana suatu produk dibuat. Kesulitan dan masalah-masalah yang sering dihadapi para pengusaha, hingga trik-trik bagaimana para pengusaha dapat tetap menjaga mutu dan kualitas produknya walau sedang diterpa banyak permasalahan. Oke, mari langsung menuju ke inti tulisan ini.
Yang pertama ini usianya masih muda. Aku tidak berkenalan secara intensif dengannya, tapi kalau aku lihat-lihat usianya belum menembus angka 30. Sekilas penimpilanya seperti pemuda urban kebanyakan, tapi untuk prestasi yang telah ia torehkan..., perlu diacungi jempol. Beliau ini adalah pemilik rumah produksi kaos sablon yang dapat dikatakan paling besar di ungaran. Inilah dia, mas Onic. beliau ini sudah mulai bergelut dengan dunia bisnis saat masih kuliah. Pengalaman bisnisnya sebagai pemilik percetakan, membuatnya berinisiatif mengembangkan usahanya ke sektor pakaian. Alkhamdulillah, usahanya cukup berhasil. Beliau mampu mempekerjakan puluhan karyawan dan jumlah produksinya sampai ratusan potong tiap harinya.
Tidak hanya seluk beluk dunia bisnis yang beliau ceritakan kepada kami. Kita juga diberikan sedikit penjelasan untuk menjalankan usaha sepertinya. Dari mulai proses produksi, promosi hingga pemasaran. Wawasanku semakin lengkap sekarang. Terimakasih mas Onic. Mari menuju tempat selanjutnya.
Tempat kedua yang kami kujnjungi adalah rumah seorang pengusaha makanan kuliner. Kuliner di sini terkhusus pada pengolahan bahan kacang-kacangan menjadi makanan ringan ataupun diekstrak menjadi minuman bubuk siap minum. Usaha yang ditekuni bapak luar biasa kita panggil saja pak Bi. aku lupa namanya. Usaha ini berjalan sangat bagus. Secara proses pengolah makanan, pengemasan hingga bahan bakunya sendiri selalu diutamakan yang terbaik. Intregeritasnya dalam menjaga kualitas produk yang beliau miliki sangatluar biasa. Bahkan karena itu semua, beberapa tahun yang lalu beliau mendapatkan suntikan modal dari PLN yang jumlahnya lumayan besar untuk mengembangan usahanya. Oleh sebab itu, beliau juga dianjurkan untuk terbuka membagi pengalaman dan kecakapanya dalam dunia bisnis kepada orang-orang yang memang ingin mengetahuinya.
Selain dipersilahkan mencicipi seluruh hasil olahan yang telah beliau buat, kami tim IBK Unimus juga di berikan kesempatan melihat secara langsung proses-proses pengolahan bahan baku hingga menjadi produk yang siap jual. Aku sungguh terkesan melihat peralatan-peralatan moderen yang beliau miliki berangsur-angsur dengan kerja keras. Yang lebih membuatku terkesan adalah semangat beliau untuk terus berinovasi walaupun bisa dikatakan usianya sudah tidak muda lagi.
Dua tempat di atas adalah sumber ilmu yang tak akan pernah kulupakan. Jujur, baru satu kali ini aku melakukan kunjungan industri dan waow, aku mendapat ilmu baru yang tak ku duga sebelumnya. Thanks so much for IBK Unimus.
Acara selanjutnya adalah...., rekeasi ceria. Kita akan menuju ke air terjunKlenting Kuning dan Umbul Sidomukti. Perjalanan menuju ke sana sungguh menyenangkan. Benar-benar pelepas penat. Relaxxx.......,
Sebelum sampai ke tempat tujuan, kita menyempatkan diri berhenti sejenak menunaikan kewajiban kita, shalat zuhur berjamaah. Karena sedang dalam perjalanan dengan tujuan yang baik, kita putuskan untuk menjamak shalat agar tidak kerepotan lagi di perjalanan nanti. Harus tetap jaga kewajiban kan?. Well done.
Oke lanjut acara selanjutnya adalah selingan kacang hijau. Sebelum tancap ke air terjun Klenting Kuning, kita sejenak disambut dengan santapan kacang hijau yang cukup nikmat. Dan setelah semua pasukan menunaikan selingan kecil nan lezatnya, kita langsung menuju ke air terjun menggunakan moda transportasi lokal, mobil pengangkut sapi. Suasana kekeluargaan sangat terasa. Kami berdesakan, berdiri dalam bak terbuka mobil yang berjalan menyeberangi jalan setapak berbatu dan aral. Guncangan yang terjadi menjadi satu topik candaan yang menghibur. Dilengkapi suguhan alam pegunungan yang indah, sungguh hal ini tak terlupakan.
Sesampainya di tempat tujuan, kekaguman semakin mencuat.kami disambut dengan tarian kuda lumping oleh masyarakat sekitar. Semua yang aku lihat di air terjun Klenting kuning adalah keindahan dan alam yang manenangkan. Dibarengi dengan santapan siang yang lezat, lengkap sudah kebahagian yang pertama ini. Satu lagi acara yang seru di Klenting Kuning. Outbond di bawah air terjun. Walau beberapa orang sedikit anarkis karena tidak dapat  menahan godaan untuk memulai perang air, tapi aku tetap menikmatinya. Sedikit basah bukan masalah yang besar. Akan kering diperjalanan menguap karena hangatnya perasaanku saat itu.’ Sory alaynya keluar’. Di perjalanan, penduduk lokal memberi kami semua tanda mata. Sayuran segar yang baru dipetik dan diletakan dalam keranjang mini menjadi oleh-oleh gratis yang kami dapatkan dari keramahan penduduk sekitar. Aku bahkan masih menyimpan keranjang itu sampai sekarang.
Ketempat selanjutnya untuk menyelesaikan perjalanan kita hari ini. Tempat paling hebat untuk menikmati keindahan yang sebenarnya. Umbul Sidomukti. Kita sampai di sana sekitar pukul 4 sore. Wahana paling menantang tentusaja adalah flying fox dan jembatan gantung. Kami bergegas membeli tiket dan menuju wahana utama itu. Ini adalah pengalaman pertamaku mencoba fliying fox. Debar jantung mulai meningkat fluktuasinya, tapi aku tetap exaited. Hinnga tiba giliranku mengenakan peralatan keamanan. Beberapa detik lagi aku akan meluncur. Siapkan mental. Aku berdiri menghadap jurang sedalam belasan meter, diikat kan pada kawat dan akan dihempaskan ke titik seberang. Whaaa...., aku berteriak sangat lepas. Sensasi meluncur yang luar biasa. Sesampainya di seberang ada satu lagi wahana yang wajib kita coba. Jembatan gantung. Konsentrasi tinggi sangat dibutuhkan disini. Kita harus menyebrangi rajutan tali sepanjang 50 meter diatas jurang tadi. Exelent. Dan hampir semua anggota mampu menyelesaikan misi ini kecuali salah seorang pembesar IBK ini, mas Anjar. Beliau mengurungkan niat, berhenti dalam langkaahnya yang bahkan belum seperempat perjalanan kemudian berbalik arah dan kembali ke zona aman. Mas anjar kalah sama penantang-penantang wanita lain. Malu enggak ya dia?.
  Oke, outbond yang luar biasa sudah kita lalui smua. Saatnya hunting foto-foto gokil. Sangat sayang kalau sampai melewatkan sesi foto-foto di tepat seindah ini. Cekrek, cekrek, cekrek. Beberapa kali kamera diarahkan mengabadikan momen kealaiyan rombongan IBK Unimus.Hasil gambar sangat memuaskan. Semuanya sangat memuaskan. Kalau boleh, tahun depan aku amu gabung lagi dengan IBK Unimus. Diizinin ya bu Ayu....?

 
  


pengalaman Riyadhoh IBK UNIMUS 2013

RIYADHOH ROCK ME
WRITING FOR IBK PRENURS Unimus


IBK adalah Iptek Bagi Kewirausahaan. Sejauh pengertianku forum ini adalah tempat dimana kau akan ditempa untuk menjadi pengusaha yang mandiri, berbakat dan benar-benar terorientasi kepada provit atau keuntungan semata. Hanya sebatas itu saja pandanganku tentang IBK saat itu. Hidup mati tak boleh rugi. Keuntungan adalah satu-satunya tujuan. Maka semua hal yang terbersit dalam pikiranku saat itu hanyalah kerja keras tanpa kenal waktu, kesibukan tanpa henti sehingga akan menghasilkan materi yang memuaskan.
Aku adalah mahasiswa yang yang cukup tertarik terhadap dunia bisnis. Walaupun ada cita-cita ku tertinggi yang lain, tetap ada keinginan yang kuat dalam hatiku untuk menjadi pengusaha yang sukses suatu saat nanti. Ketertarikanku pada dunia bisnis sedikit banyak membuatku mengerti tentang bagaimana jalanya bisnis dan kehidupan pengusaha. Munkin tidak semua, tapi dalam pikiranku dunia itu adalah dunia yang penuh intrik dan trik. Semua orang akan saling bersaing dalam membangun usahanya, bahkan tidak jarang kecurangan yang luar biasa biadap dilakukan untuk memenangkan persaingan itu.
Itu adalah salah satu hal yang aku takutkan. Bagaimana kalau suatu saat aku terpaksa atau mungkin terbiasa melakukan kecurangan yang kemudian membawaku menjadi orang yang sangat jauh dari kebaikan. Bisa jadi aku menjadi penipu untuk membuat produk yang aku ciptakan disukai masyarakat. Atau mungkin aku harus berbohong kepada relasi bisnis agar mereka  mau menanamkan modalnya. Entahlah, aku merasa kehidupan seorang pengusaha akan sangat sulit.
Lalu muncul suatu kesimpulan tentang apa saja yang aku butuhkan untuk mendukungku  menjadi pengusa idaman. Kerja keras, karena semua orang butuh full effort untuk mencapai cta-citanya. Keuletan,  tentu kita akan menghadapi banyak permasalahan khususnya ketika menjalankan bisnis, maka kita juga perlu memiliki ilmu yang cukup untuk menyelesaikan setiap permasalahn itu. Yang paling tidak kalah penting adalah  pembimbing rohani, agar kita dapat tetap berjalan pada jalan yang benar sebesar apapun godaan kecurangan, atau hal buruk yang akan menerpa kita. Dua kebutuhan diatas bisa kuusahakan jalanya, tapi aku bingung memenuhi kebutuhan yang ketiga. Tentu sebenarnya banyak sekali pemuka agama atau ustad yang hebat, tapi ustad yang juga mengerti dan paham tentang bisnis, aku kira tidak terlalu banyak. Aku ingin belajar banyak tentang ilmu syariah untuk bisnis. Setahuku ada, maka aku akan berusaha mencarinya.
Ditengah pencarianku menemukan seorang pembimbing rohani yang dapat mengarahkanku untuk mengenal bisnis dalam prospektif Islam secara lebih mendalam, suatu sore aku diberitahu bahwa semua anggota IBK UNIMUS harus berkumpul dan membahas tentang acara Riyadhoh sebagai salah satu Program IBK. Aku tidak terlalu familiar dengan kata Riyadhoh sebelumnya. Ini terdengar sangat asing. Tapi dari susunan bahasanya nama ini terdengar sangat islami. Ah, mungkin pencarianku selama ini akan sedikit terjawab. Aku harus menyimak pembicaraan ini secara detail. Beberapa jam berlalu, perbincangan itu menghasilkan keputusan bahwa riyadhoh akan dilakukan pada 8-9 Juni 2013. Tentang apa sebenarnya Riyadhoh, saat itu aku belum terlalu famam. Aku hanya menyimpulkan bahwa nanti akan dikimpulkan pengusaha-pengusaha yang mencapai kesuksesanya karena bergerak dengan sistem syariah. Mereka akan berbagi pengalaman dan nasehat untuk menjadi pengusaha yang baik. Aku rasa itu akan cukup membantu mengurangi rasa gundahku selama ini. ALKHAMDULILLAH, selalu ada jalan ketika kita mengharapkan sesuatu yang baik.
      Tiba hari dimana kita bersiap-siap mengikuti Riyadoh. Pemberangkatan dilakukan pada sore hari. Masih jelas di ingatanku saat itu cuaca agak tidak bersahabat. Hujan telah turun sejak siang hari. Gerimis masih turun menjelang pemberangkatan. Sebelum pemberangkatan, pak Joko salah seorang pembimbing IBK mengumpulkan semua peserta yang telah hadir dalam forum kecil tapi terasa intensif. Beberapa nasehat dititipkan kepada kami yang intinya untuk dapat menjaga sikap selama mengikuti Riyadhoh, dan semaksimal mungkin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengggali sedalam-dalamnya ilmu yang dibutuhkan dalam persaingan di dunia usaha.
Beberapa hal tidak menyenangkan mewarnai perjalanan kami menuju Hotel Santika. Hotel Santika adalah tempat dilaksanakanya Riyadhoh kami nanti. Dalam perjalanan kesana, bis beberapa kali mogok. Selain itu, karena diguyur hujan yang lebat, ada beberapa bagian dalam bis yang basah sehingga beberapa teman harus berdesakan untuk menghindari bagian-bagian basah tersebut.
Lupakan semua hal-hal tidak menyenangkan itu, semua penat akhirnya berganti kebahagian karena sesampianya di sana kita disambut dengan cukup hangat oleh pihak hotel. Makanan, pelayanan dan keramahan. Semua itu cukup membuatku merasa terhormat. Selanjutnya adalah jadwal kegiatan yang akan kami lakukan selama mengikuti kegiatan Riyadhoh di Hotel Santika. Ada beberapa pemateri yang akan mengisi setiap acara sesuai jadwal. Mereka benar-benar orang yang luar biasa. Maka akan kumulai menceritakan pengalamanku menemukan hal-hal yang menakjubkan dari Riyadhoh ini. (Baiklah, sampai di sini saja orientasinya. Sekarang masuk tujuan utama aku menulis di Blog ini. Berbagi pengalaman tentang Riyadhohku.)

Seperti yang kuharapkan diawal, aku menginginkan pembimbing dalam ilmu berwirausaha disertai dengan kecakapan menyelesaikan masalah bisnis bersumber dari Al-Quran dan sunnah. Maklum, anak UNIMUS. “Sok alim dikit”. Akhirnya, di Riyadhoh ini impianku seperti menjadi kenyataan. Mari aku kenalkan satu persatu orang-orang yang kuanggap memiliki dominasi yang sangat besar mengubah semangat dan motivasiku untuk menjadi seorang wirausahawan yang tidak hanya berorientasi pada provit semata, melainkan juga fokus terhadap kebaikan kehidupan akhirat.
Yang pertama ini adalah seorang ustad yang bisa dikatakan masih sangat muda. Dia juga bisa di bilang tampan. Namanya ustad Riyadh. Sebagai seorang ustad beliau cukup mahir dalam menyampaikan pesan keagamaan sehingga semua petuah yang beliau utarakan terasa begitu menyentuh, menggugah hati kita untuk menyadari bahwa banyak sekali kesalahan yang masih sering kita lakukan. Mendengar cerita-cerita dan semua hal yang beliau sampaikan, beberapa kali aku merasa sangat tersentuh. Tentang orang-orang yang selalu berusaha keras kemudian berserah diri seutuhnya kepada sang pencipta. Orang-orang yang selalu menjaga perilakunya agar mendapat Ridho Allah di setiap langkahnya. Hingga orang-orang tidak sempurna yang bahkan prestasi yang mereka torehkan melampui orang-orang normal pada umumnya. Ustad Riyadh membuka pikiran dan hatiku sangat luas. Saat itu aku benar-benar merasa menyedihkan. Mengingat berapa banyak waktu yang aku biarkan berlalu percuma. Sedikitnya rasa syukur yang telah aku panjatkan dibandingkan kenikmatan tak terhitung yang telah aku dapatkan. Sampai dosa-dosa yang masih sering kuulangi bahkan terkadan aku banggakan. Alkhamdulillah, aku bertemu dengan orang sepertinya disini. Walaupun sebenarnya content dari materi yang beliau sampaikan sifatnya general dan ideal, tapi itu sangat membekas dalam hatiku. Mungkin sampai saat ini aku belum punya rencana untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik bila tidak bertemu denganya kala itu. Forum ini benar-benar luar biasa bagiku. Itulah pikiranku ketika jadwal pertama bersama ustad kuku berakhir.
Selanjutnya adalah ustad Muslim. Agar lebih akrab kita sepakati untuk memanggilnya ustad “Mus” aja. (Biar nulisnya ga kebanyakan tu sebetulnya). Ustad Mus ini oranganya easy going banget. Enggak bakal nyangka kalau dulunya beliau adalah orang yang sangat kaya yang kemudian tertimpa cobaan yang sangat luar biasa pula. Akan aku ceritakan sedikit tentangnya. Beliau adalah korban sistem perekonomian liberalis. Singkat cerita usaha beliau mengalami musibah kebangkrutan, dan beliau terjebak hutang yang sangat besar. Sistem hutang yang disertai bunga tinggi membuatnya kehilangan banyak hal. Rumah, mobil, uang bahkan istri beliau memutuskan untuk meninggalkan beliau karena tidak tahan menanggung cobaan tersebut bersama. Riba memang sangat berbahaya maka sebisa mungkin kita disarankan untuk menjauhi riba. Itu adalah salah satu inti materi yang beliau sampaikan. Namun hal lain yang tidak kalah penting adalah sikap kita sebagai seorang pengusaha. Mental seorang pengusaha yang harus dibangun, adalah berani terjatuh sesakit apapun nanti rasanya, tapi juga berani berdiri lagi sesulit apapun itu keadaanya. Jadi, tidak ada kata –kata menyerah dan gagal jika ingin mencapai kesuksesan. Seperti yang telah dilalui ustad Mus. Dengan semua kesulitan yang harus beliau hadapi, beliau tetap berusaha tenang menghadapinya. Tentu ada masa dimana beliau merasa frustasi. Tapi beliau melewatinya dengan baik dan membangun usahanya mulai dari awal lagi. Denga cara yang lebih syar’i tentunya. Alkhamdulillah, hingga saat ini usaha beliau berkembang dengan baik. Salah satu usahanya yang unik adalah menjadi penyetok sayur dan buah-buahan di hotel-hotel ternama di daerah Semarang. Aku berharap kelak dapat berubah menjadi sekuat dan sehebat dirinya.
Kemudian adalah Bu Jujuk. Perempuan yang satu ini juga tidak kalah luar biasa. Dia adalah seorang ekonom yang sangat handal. Hal itu terbukti dengan banyaknya gelar yang beliau sandang dan pengalamannya menjadi orang penting di instansi-instansi besar bertaraf nasional. Ceritanya tidak jauh berbeda dengan pak Mus. Beliau juga mengaku sebagai korban riba. Hampir semua harta yang beliau miliki raib tak tersisa. Beliau hampir gila karena ketakutanya yang selalu dikejar-kejar dept collector kala itu. Beliau juga sempat mendekam di penjara akibat masalah ini.  Hingga pada suatu titik, saat bu jujuk menyerahkan segala urusanya kepada Allah semata. Dan Alkhamdulillah, selalu ada jalan bagi hambanya yang mau berserah diri dan menjadikan Allah sebagai sumber pertolongan. Sedikit demi sedikit permasalahan yang mendera bu jujuk merenggang seiring berjalanya waktu. Dan pada akhinya semua masalah itu dapat terlewati sehingga menjadikan bu jujuk pribadi yang lebih baik. Kini bu juju menjadi salah satu tim suatu lembaga dakwah untuk membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan umat. Bu Jujuk bahkan mengembangkan taqlim pengajian untuk para narapidana perempuan di lembaga pemasyarakatan Mbulu Semarang. Satu hal yang selalu ditekankan oleh bu jujuk. Bahwa sistem riba itu memang sangat berbahaya. Riba dapat berdampak sangat besar bagi pemberi atau penerimanaya. Bu juju juga mengingatkan tentang ancaman Allah SWT yang akan menghancurkan para pelaku riba hingga akar-akarnya. Salut buat bu jujuk. Beliau adalah idolaku sebagai penggiat bisnis syariah. Semoga beliau selalu dirahmati oleh Allah SWT dan semua usahanya membawa berkah bagi banyak orang. Amin.......,
Beberapa tambahan acara juga sangat berkesan. Saat sesi motivasi, ketika kita disajikan film tentang kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita, tentang rasa mensyukuri ninkmat yang sering kali kita lalaikan, tentang sikap-sikap kita yang terkadang melampaui batas tapi kita tidak menyadari, tentang banyak hal yang membuat aku merasa bahwa sebenarnya aku adalah mahluk yang sangat kecil tapi penuh kesombongan. Aku jujur mengakuinya, mataku basah kuyup diliputi penyesalan atas semua kesalahan yang pernah aku perbuat. Aku berharap selalu punya eaktu untuk bertobat dan memperbaiki diri. Pada sesi sholat tahadjud, aku merasa sangat dekat dengan sang Khaliq. Aku mencurahkan begitu banyak kesalahan dan penyesalanku. Begitu banyak harapan dan cita-cita yang ingin ku capai. Tanpa ridho-Mu, tentu semua tidak akan berjalan dengan baik. Aku berharap dapat tetap shiqoh dan konsisten dalam semangat dalam perasaan seperti ini. Amin.......
Sungguh, bagiku riyadhoh ini sangat berkesan. Menakjubkan dan tak terlupakan. Aku belajar banyak tentang lika-liku dunia bisnis. Dan aku belajar lebih banyak tentang mental baja yang harus dibentuk untuk menjadi pebisnis. Kalau ceritaku ini agak berlebihan, mungkin karena rasanya penting bagiku menceritakan setiap detail pengalaman yang aku dapatkan selama mengikuti Riyadhoh kepada para pembaca sekalian. Siapapun yang membaca tulisan ini, tentulah memiliki jiwa yang hampir sama denganku. Ingin berbisnis dengan baik dan meraih kesuksesan yang berkah. Mari kita bersama-sama selalu berusaha menjadi lebih baik. Jangan pernah berfikir untuk berhenti. Tetap semangat dan bergabunglah dengan IBK UNIMUS tahun depan. Aku jamin, cerita pengalamanmu akan lebih panjang dariku.