RIYADHOH ROCK ME
WRITING FOR IBK PRENURS Unimus
IBK adalah
Iptek Bagi Kewirausahaan. Sejauh pengertianku forum ini adalah tempat dimana
kau akan ditempa untuk menjadi pengusaha yang mandiri, berbakat dan benar-benar
terorientasi kepada provit atau keuntungan semata. Hanya sebatas itu saja
pandanganku tentang IBK saat itu. Hidup mati tak boleh rugi. Keuntungan adalah
satu-satunya tujuan. Maka semua hal yang terbersit dalam pikiranku saat itu
hanyalah kerja keras tanpa kenal waktu, kesibukan tanpa henti sehingga akan
menghasilkan materi yang memuaskan.
Aku adalah
mahasiswa yang yang cukup tertarik terhadap dunia bisnis. Walaupun ada
cita-cita ku tertinggi yang lain, tetap ada keinginan yang kuat dalam hatiku
untuk menjadi pengusaha yang sukses suatu saat nanti. Ketertarikanku pada dunia
bisnis sedikit banyak membuatku mengerti tentang bagaimana jalanya bisnis dan
kehidupan pengusaha. Munkin tidak semua, tapi dalam pikiranku dunia itu adalah
dunia yang penuh intrik dan trik. Semua orang akan saling bersaing dalam
membangun usahanya, bahkan tidak jarang kecurangan yang luar biasa biadap
dilakukan untuk memenangkan persaingan itu.
Itu adalah
salah satu hal yang aku takutkan. Bagaimana kalau suatu saat aku terpaksa atau
mungkin terbiasa melakukan kecurangan yang kemudian membawaku menjadi orang
yang sangat jauh dari kebaikan. Bisa jadi aku menjadi penipu untuk membuat
produk yang aku ciptakan disukai masyarakat. Atau mungkin aku harus berbohong
kepada relasi bisnis agar mereka mau
menanamkan modalnya. Entahlah, aku merasa kehidupan seorang pengusaha akan
sangat sulit.
Lalu muncul
suatu kesimpulan tentang apa saja yang aku butuhkan untuk mendukungku menjadi pengusa idaman. Kerja keras, karena
semua orang butuh full effort untuk mencapai cta-citanya. Keuletan, tentu kita akan menghadapi banyak
permasalahan khususnya ketika menjalankan bisnis, maka kita juga perlu memiliki
ilmu yang cukup untuk menyelesaikan setiap permasalahn itu. Yang paling tidak
kalah penting adalah pembimbing rohani,
agar kita dapat tetap berjalan pada jalan yang benar sebesar apapun godaan
kecurangan, atau hal buruk yang akan menerpa kita. Dua kebutuhan diatas bisa
kuusahakan jalanya, tapi aku bingung memenuhi kebutuhan yang ketiga. Tentu
sebenarnya banyak sekali pemuka agama atau ustad yang hebat, tapi ustad yang
juga mengerti dan paham tentang bisnis, aku kira tidak terlalu banyak. Aku
ingin belajar banyak tentang ilmu syariah untuk bisnis. Setahuku ada, maka aku
akan berusaha mencarinya.
Ditengah
pencarianku menemukan seorang pembimbing rohani yang dapat mengarahkanku untuk
mengenal bisnis dalam prospektif Islam secara lebih mendalam, suatu sore aku
diberitahu bahwa semua anggota IBK UNIMUS harus berkumpul dan membahas tentang acara
Riyadhoh sebagai salah satu Program IBK. Aku tidak terlalu familiar dengan kata
Riyadhoh sebelumnya. Ini terdengar sangat asing. Tapi dari susunan bahasanya
nama ini terdengar sangat islami. Ah, mungkin pencarianku selama ini akan
sedikit terjawab. Aku harus menyimak pembicaraan ini secara detail. Beberapa
jam berlalu, perbincangan itu menghasilkan keputusan bahwa riyadhoh akan dilakukan
pada 8-9 Juni 2013. Tentang apa sebenarnya Riyadhoh, saat itu aku belum terlalu
famam. Aku hanya menyimpulkan bahwa nanti akan dikimpulkan pengusaha-pengusaha
yang mencapai kesuksesanya karena bergerak dengan sistem syariah. Mereka akan
berbagi pengalaman dan nasehat untuk menjadi pengusaha yang baik. Aku rasa itu
akan cukup membantu mengurangi rasa gundahku selama ini. ALKHAMDULILLAH, selalu
ada jalan ketika kita mengharapkan sesuatu yang baik.
Tiba
hari dimana kita bersiap-siap mengikuti Riyadoh. Pemberangkatan dilakukan pada
sore hari. Masih jelas di ingatanku saat itu cuaca agak tidak bersahabat. Hujan
telah turun sejak siang hari. Gerimis masih turun menjelang pemberangkatan. Sebelum
pemberangkatan, pak Joko salah seorang pembimbing IBK mengumpulkan semua
peserta yang telah hadir dalam forum kecil tapi terasa intensif. Beberapa
nasehat dititipkan kepada kami yang intinya untuk dapat menjaga sikap selama
mengikuti Riyadhoh, dan semaksimal mungkin memanfaatkan kesempatan ini untuk
mengggali sedalam-dalamnya ilmu yang dibutuhkan dalam persaingan di dunia
usaha.
Beberapa hal
tidak menyenangkan mewarnai perjalanan kami menuju Hotel Santika. Hotel Santika
adalah tempat dilaksanakanya Riyadhoh kami nanti. Dalam perjalanan kesana, bis
beberapa kali mogok. Selain itu, karena diguyur hujan yang lebat, ada beberapa
bagian dalam bis yang basah sehingga beberapa teman harus berdesakan untuk
menghindari bagian-bagian basah tersebut.
Lupakan semua
hal-hal tidak menyenangkan itu, semua penat akhirnya berganti kebahagian karena
sesampianya di sana kita disambut dengan cukup hangat oleh pihak hotel.
Makanan, pelayanan dan keramahan. Semua itu cukup membuatku merasa terhormat. Selanjutnya
adalah jadwal kegiatan yang akan kami lakukan selama mengikuti kegiatan
Riyadhoh di Hotel Santika. Ada beberapa pemateri yang akan mengisi setiap acara
sesuai jadwal. Mereka benar-benar orang yang luar biasa. Maka akan kumulai menceritakan
pengalamanku menemukan hal-hal yang menakjubkan dari Riyadhoh ini. (Baiklah,
sampai di sini saja orientasinya. Sekarang masuk tujuan utama aku menulis di
Blog ini. Berbagi pengalaman tentang Riyadhohku.)
Seperti yang
kuharapkan diawal, aku menginginkan pembimbing dalam ilmu berwirausaha disertai
dengan kecakapan menyelesaikan masalah bisnis bersumber dari Al-Quran dan
sunnah. Maklum, anak UNIMUS. “Sok alim dikit”. Akhirnya, di Riyadhoh ini
impianku seperti menjadi kenyataan. Mari aku kenalkan satu persatu orang-orang
yang kuanggap memiliki dominasi yang sangat besar mengubah semangat dan
motivasiku untuk menjadi seorang wirausahawan yang tidak hanya berorientasi
pada provit semata, melainkan juga fokus terhadap kebaikan kehidupan akhirat.
Yang pertama
ini adalah seorang ustad yang bisa dikatakan masih sangat muda. Dia juga bisa
di bilang tampan. Namanya ustad Riyadh. Sebagai seorang ustad beliau cukup
mahir dalam menyampaikan pesan keagamaan sehingga semua petuah yang beliau
utarakan terasa begitu menyentuh, menggugah hati kita untuk menyadari bahwa
banyak sekali kesalahan yang masih sering kita lakukan. Mendengar cerita-cerita
dan semua hal yang beliau sampaikan, beberapa kali aku merasa sangat tersentuh.
Tentang orang-orang yang selalu berusaha keras kemudian berserah diri seutuhnya
kepada sang pencipta. Orang-orang yang selalu menjaga perilakunya agar mendapat
Ridho Allah di setiap langkahnya. Hingga orang-orang tidak sempurna yang bahkan
prestasi yang mereka torehkan melampui orang-orang normal pada umumnya. Ustad
Riyadh membuka pikiran dan hatiku sangat luas. Saat itu aku benar-benar merasa menyedihkan.
Mengingat berapa banyak waktu yang aku biarkan berlalu percuma. Sedikitnya rasa
syukur yang telah aku panjatkan dibandingkan kenikmatan tak terhitung yang
telah aku dapatkan. Sampai dosa-dosa yang masih sering kuulangi bahkan terkadan
aku banggakan. Alkhamdulillah, aku bertemu dengan orang sepertinya disini.
Walaupun sebenarnya content dari materi yang beliau sampaikan sifatnya general
dan ideal, tapi itu sangat membekas dalam hatiku. Mungkin sampai saat ini aku
belum punya rencana untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik bila tidak
bertemu denganya kala itu. Forum ini benar-benar luar biasa bagiku. Itulah
pikiranku ketika jadwal pertama bersama ustad kuku berakhir.
Selanjutnya
adalah ustad Muslim. Agar lebih akrab kita sepakati untuk memanggilnya ustad “Mus”
aja. (Biar nulisnya ga kebanyakan tu sebetulnya). Ustad Mus ini oranganya easy
going banget. Enggak bakal nyangka kalau dulunya beliau adalah orang yang
sangat kaya yang kemudian tertimpa cobaan yang sangat luar biasa pula. Akan aku
ceritakan sedikit tentangnya. Beliau adalah korban sistem perekonomian
liberalis. Singkat cerita usaha beliau mengalami musibah kebangkrutan, dan
beliau terjebak hutang yang sangat besar. Sistem hutang yang disertai bunga
tinggi membuatnya kehilangan banyak hal. Rumah, mobil, uang bahkan istri beliau
memutuskan untuk meninggalkan beliau karena tidak tahan menanggung cobaan
tersebut bersama. Riba memang sangat berbahaya maka sebisa mungkin kita
disarankan untuk menjauhi riba. Itu adalah salah satu inti materi yang beliau
sampaikan. Namun hal lain yang tidak kalah penting adalah sikap kita sebagai
seorang pengusaha. Mental seorang pengusaha yang harus dibangun, adalah berani
terjatuh sesakit apapun nanti rasanya, tapi juga berani berdiri lagi sesulit
apapun itu keadaanya. Jadi, tidak ada kata –kata menyerah dan gagal jika ingin
mencapai kesuksesan. Seperti yang telah dilalui ustad Mus. Dengan semua
kesulitan yang harus beliau hadapi, beliau tetap berusaha tenang menghadapinya.
Tentu ada masa dimana beliau merasa frustasi. Tapi beliau melewatinya dengan
baik dan membangun usahanya mulai dari awal lagi. Denga cara yang lebih syar’i
tentunya. Alkhamdulillah, hingga saat ini usaha beliau berkembang dengan baik.
Salah satu usahanya yang unik adalah menjadi penyetok sayur dan buah-buahan di
hotel-hotel ternama di daerah Semarang. Aku berharap kelak dapat berubah
menjadi sekuat dan sehebat dirinya.
Kemudian adalah
Bu Jujuk. Perempuan yang satu ini juga tidak kalah luar biasa. Dia adalah
seorang ekonom yang sangat handal. Hal itu terbukti dengan banyaknya gelar yang
beliau sandang dan pengalamannya menjadi orang penting di instansi-instansi
besar bertaraf nasional. Ceritanya tidak jauh berbeda dengan pak Mus. Beliau
juga mengaku sebagai korban riba. Hampir semua harta yang beliau miliki raib
tak tersisa. Beliau hampir gila karena ketakutanya yang selalu dikejar-kejar
dept collector kala itu. Beliau juga sempat mendekam di penjara akibat masalah
ini. Hingga pada suatu titik, saat bu
jujuk menyerahkan segala urusanya kepada Allah semata. Dan Alkhamdulillah,
selalu ada jalan bagi hambanya yang mau berserah diri dan menjadikan Allah
sebagai sumber pertolongan. Sedikit demi sedikit permasalahan yang mendera bu jujuk
merenggang seiring berjalanya waktu. Dan pada akhinya semua masalah itu dapat
terlewati sehingga menjadikan bu jujuk pribadi yang lebih baik. Kini bu juju
menjadi salah satu tim suatu lembaga dakwah untuk membantu menyelesaikan
permasalahan-permasalahan umat. Bu Jujuk bahkan mengembangkan taqlim pengajian
untuk para narapidana perempuan di lembaga pemasyarakatan Mbulu Semarang. Satu
hal yang selalu ditekankan oleh bu jujuk. Bahwa sistem riba itu memang sangat
berbahaya. Riba dapat berdampak sangat besar bagi pemberi atau penerimanaya. Bu
juju juga mengingatkan tentang ancaman Allah SWT yang akan menghancurkan para
pelaku riba hingga akar-akarnya. Salut buat bu jujuk. Beliau adalah idolaku
sebagai penggiat bisnis syariah. Semoga beliau selalu dirahmati oleh Allah SWT
dan semua usahanya membawa berkah bagi banyak orang. Amin.......,
Beberapa
tambahan acara juga sangat berkesan. Saat sesi motivasi, ketika kita disajikan
film tentang kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita, tentang rasa
mensyukuri ninkmat yang sering kali kita lalaikan, tentang sikap-sikap kita
yang terkadang melampaui batas tapi kita tidak menyadari, tentang banyak hal
yang membuat aku merasa bahwa sebenarnya aku adalah mahluk yang sangat kecil
tapi penuh kesombongan. Aku jujur mengakuinya, mataku basah kuyup diliputi
penyesalan atas semua kesalahan yang pernah aku perbuat. Aku berharap selalu
punya eaktu untuk bertobat dan memperbaiki diri. Pada sesi sholat tahadjud, aku
merasa sangat dekat dengan sang Khaliq. Aku mencurahkan begitu banyak kesalahan
dan penyesalanku. Begitu banyak harapan dan cita-cita yang ingin ku capai.
Tanpa ridho-Mu, tentu semua tidak akan berjalan dengan baik. Aku berharap dapat
tetap shiqoh dan konsisten dalam semangat dalam perasaan seperti ini.
Amin.......
Sungguh,
bagiku riyadhoh ini sangat berkesan. Menakjubkan dan tak terlupakan. Aku
belajar banyak tentang lika-liku dunia bisnis. Dan aku belajar lebih banyak
tentang mental baja yang harus dibentuk untuk menjadi pebisnis. Kalau ceritaku
ini agak berlebihan, mungkin karena rasanya penting bagiku menceritakan setiap
detail pengalaman yang aku dapatkan selama mengikuti Riyadhoh kepada para
pembaca sekalian. Siapapun yang membaca tulisan ini, tentulah memiliki jiwa
yang hampir sama denganku. Ingin berbisnis dengan baik dan meraih kesuksesan
yang berkah. Mari kita bersama-sama selalu berusaha menjadi lebih baik. Jangan
pernah berfikir untuk berhenti. Tetap semangat dan bergabunglah dengan IBK
UNIMUS tahun depan. Aku jamin, cerita pengalamanmu akan lebih panjang dariku.