Senin, 11 November 2013

pengalaman Riyadhoh IBK UNIMUS 2013

RIYADHOH ROCK ME
WRITING FOR IBK PRENURS Unimus


IBK adalah Iptek Bagi Kewirausahaan. Sejauh pengertianku forum ini adalah tempat dimana kau akan ditempa untuk menjadi pengusaha yang mandiri, berbakat dan benar-benar terorientasi kepada provit atau keuntungan semata. Hanya sebatas itu saja pandanganku tentang IBK saat itu. Hidup mati tak boleh rugi. Keuntungan adalah satu-satunya tujuan. Maka semua hal yang terbersit dalam pikiranku saat itu hanyalah kerja keras tanpa kenal waktu, kesibukan tanpa henti sehingga akan menghasilkan materi yang memuaskan.
Aku adalah mahasiswa yang yang cukup tertarik terhadap dunia bisnis. Walaupun ada cita-cita ku tertinggi yang lain, tetap ada keinginan yang kuat dalam hatiku untuk menjadi pengusaha yang sukses suatu saat nanti. Ketertarikanku pada dunia bisnis sedikit banyak membuatku mengerti tentang bagaimana jalanya bisnis dan kehidupan pengusaha. Munkin tidak semua, tapi dalam pikiranku dunia itu adalah dunia yang penuh intrik dan trik. Semua orang akan saling bersaing dalam membangun usahanya, bahkan tidak jarang kecurangan yang luar biasa biadap dilakukan untuk memenangkan persaingan itu.
Itu adalah salah satu hal yang aku takutkan. Bagaimana kalau suatu saat aku terpaksa atau mungkin terbiasa melakukan kecurangan yang kemudian membawaku menjadi orang yang sangat jauh dari kebaikan. Bisa jadi aku menjadi penipu untuk membuat produk yang aku ciptakan disukai masyarakat. Atau mungkin aku harus berbohong kepada relasi bisnis agar mereka  mau menanamkan modalnya. Entahlah, aku merasa kehidupan seorang pengusaha akan sangat sulit.
Lalu muncul suatu kesimpulan tentang apa saja yang aku butuhkan untuk mendukungku  menjadi pengusa idaman. Kerja keras, karena semua orang butuh full effort untuk mencapai cta-citanya. Keuletan,  tentu kita akan menghadapi banyak permasalahan khususnya ketika menjalankan bisnis, maka kita juga perlu memiliki ilmu yang cukup untuk menyelesaikan setiap permasalahn itu. Yang paling tidak kalah penting adalah  pembimbing rohani, agar kita dapat tetap berjalan pada jalan yang benar sebesar apapun godaan kecurangan, atau hal buruk yang akan menerpa kita. Dua kebutuhan diatas bisa kuusahakan jalanya, tapi aku bingung memenuhi kebutuhan yang ketiga. Tentu sebenarnya banyak sekali pemuka agama atau ustad yang hebat, tapi ustad yang juga mengerti dan paham tentang bisnis, aku kira tidak terlalu banyak. Aku ingin belajar banyak tentang ilmu syariah untuk bisnis. Setahuku ada, maka aku akan berusaha mencarinya.
Ditengah pencarianku menemukan seorang pembimbing rohani yang dapat mengarahkanku untuk mengenal bisnis dalam prospektif Islam secara lebih mendalam, suatu sore aku diberitahu bahwa semua anggota IBK UNIMUS harus berkumpul dan membahas tentang acara Riyadhoh sebagai salah satu Program IBK. Aku tidak terlalu familiar dengan kata Riyadhoh sebelumnya. Ini terdengar sangat asing. Tapi dari susunan bahasanya nama ini terdengar sangat islami. Ah, mungkin pencarianku selama ini akan sedikit terjawab. Aku harus menyimak pembicaraan ini secara detail. Beberapa jam berlalu, perbincangan itu menghasilkan keputusan bahwa riyadhoh akan dilakukan pada 8-9 Juni 2013. Tentang apa sebenarnya Riyadhoh, saat itu aku belum terlalu famam. Aku hanya menyimpulkan bahwa nanti akan dikimpulkan pengusaha-pengusaha yang mencapai kesuksesanya karena bergerak dengan sistem syariah. Mereka akan berbagi pengalaman dan nasehat untuk menjadi pengusaha yang baik. Aku rasa itu akan cukup membantu mengurangi rasa gundahku selama ini. ALKHAMDULILLAH, selalu ada jalan ketika kita mengharapkan sesuatu yang baik.
      Tiba hari dimana kita bersiap-siap mengikuti Riyadoh. Pemberangkatan dilakukan pada sore hari. Masih jelas di ingatanku saat itu cuaca agak tidak bersahabat. Hujan telah turun sejak siang hari. Gerimis masih turun menjelang pemberangkatan. Sebelum pemberangkatan, pak Joko salah seorang pembimbing IBK mengumpulkan semua peserta yang telah hadir dalam forum kecil tapi terasa intensif. Beberapa nasehat dititipkan kepada kami yang intinya untuk dapat menjaga sikap selama mengikuti Riyadhoh, dan semaksimal mungkin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengggali sedalam-dalamnya ilmu yang dibutuhkan dalam persaingan di dunia usaha.
Beberapa hal tidak menyenangkan mewarnai perjalanan kami menuju Hotel Santika. Hotel Santika adalah tempat dilaksanakanya Riyadhoh kami nanti. Dalam perjalanan kesana, bis beberapa kali mogok. Selain itu, karena diguyur hujan yang lebat, ada beberapa bagian dalam bis yang basah sehingga beberapa teman harus berdesakan untuk menghindari bagian-bagian basah tersebut.
Lupakan semua hal-hal tidak menyenangkan itu, semua penat akhirnya berganti kebahagian karena sesampianya di sana kita disambut dengan cukup hangat oleh pihak hotel. Makanan, pelayanan dan keramahan. Semua itu cukup membuatku merasa terhormat. Selanjutnya adalah jadwal kegiatan yang akan kami lakukan selama mengikuti kegiatan Riyadhoh di Hotel Santika. Ada beberapa pemateri yang akan mengisi setiap acara sesuai jadwal. Mereka benar-benar orang yang luar biasa. Maka akan kumulai menceritakan pengalamanku menemukan hal-hal yang menakjubkan dari Riyadhoh ini. (Baiklah, sampai di sini saja orientasinya. Sekarang masuk tujuan utama aku menulis di Blog ini. Berbagi pengalaman tentang Riyadhohku.)

Seperti yang kuharapkan diawal, aku menginginkan pembimbing dalam ilmu berwirausaha disertai dengan kecakapan menyelesaikan masalah bisnis bersumber dari Al-Quran dan sunnah. Maklum, anak UNIMUS. “Sok alim dikit”. Akhirnya, di Riyadhoh ini impianku seperti menjadi kenyataan. Mari aku kenalkan satu persatu orang-orang yang kuanggap memiliki dominasi yang sangat besar mengubah semangat dan motivasiku untuk menjadi seorang wirausahawan yang tidak hanya berorientasi pada provit semata, melainkan juga fokus terhadap kebaikan kehidupan akhirat.
Yang pertama ini adalah seorang ustad yang bisa dikatakan masih sangat muda. Dia juga bisa di bilang tampan. Namanya ustad Riyadh. Sebagai seorang ustad beliau cukup mahir dalam menyampaikan pesan keagamaan sehingga semua petuah yang beliau utarakan terasa begitu menyentuh, menggugah hati kita untuk menyadari bahwa banyak sekali kesalahan yang masih sering kita lakukan. Mendengar cerita-cerita dan semua hal yang beliau sampaikan, beberapa kali aku merasa sangat tersentuh. Tentang orang-orang yang selalu berusaha keras kemudian berserah diri seutuhnya kepada sang pencipta. Orang-orang yang selalu menjaga perilakunya agar mendapat Ridho Allah di setiap langkahnya. Hingga orang-orang tidak sempurna yang bahkan prestasi yang mereka torehkan melampui orang-orang normal pada umumnya. Ustad Riyadh membuka pikiran dan hatiku sangat luas. Saat itu aku benar-benar merasa menyedihkan. Mengingat berapa banyak waktu yang aku biarkan berlalu percuma. Sedikitnya rasa syukur yang telah aku panjatkan dibandingkan kenikmatan tak terhitung yang telah aku dapatkan. Sampai dosa-dosa yang masih sering kuulangi bahkan terkadan aku banggakan. Alkhamdulillah, aku bertemu dengan orang sepertinya disini. Walaupun sebenarnya content dari materi yang beliau sampaikan sifatnya general dan ideal, tapi itu sangat membekas dalam hatiku. Mungkin sampai saat ini aku belum punya rencana untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik bila tidak bertemu denganya kala itu. Forum ini benar-benar luar biasa bagiku. Itulah pikiranku ketika jadwal pertama bersama ustad kuku berakhir.
Selanjutnya adalah ustad Muslim. Agar lebih akrab kita sepakati untuk memanggilnya ustad “Mus” aja. (Biar nulisnya ga kebanyakan tu sebetulnya). Ustad Mus ini oranganya easy going banget. Enggak bakal nyangka kalau dulunya beliau adalah orang yang sangat kaya yang kemudian tertimpa cobaan yang sangat luar biasa pula. Akan aku ceritakan sedikit tentangnya. Beliau adalah korban sistem perekonomian liberalis. Singkat cerita usaha beliau mengalami musibah kebangkrutan, dan beliau terjebak hutang yang sangat besar. Sistem hutang yang disertai bunga tinggi membuatnya kehilangan banyak hal. Rumah, mobil, uang bahkan istri beliau memutuskan untuk meninggalkan beliau karena tidak tahan menanggung cobaan tersebut bersama. Riba memang sangat berbahaya maka sebisa mungkin kita disarankan untuk menjauhi riba. Itu adalah salah satu inti materi yang beliau sampaikan. Namun hal lain yang tidak kalah penting adalah sikap kita sebagai seorang pengusaha. Mental seorang pengusaha yang harus dibangun, adalah berani terjatuh sesakit apapun nanti rasanya, tapi juga berani berdiri lagi sesulit apapun itu keadaanya. Jadi, tidak ada kata –kata menyerah dan gagal jika ingin mencapai kesuksesan. Seperti yang telah dilalui ustad Mus. Dengan semua kesulitan yang harus beliau hadapi, beliau tetap berusaha tenang menghadapinya. Tentu ada masa dimana beliau merasa frustasi. Tapi beliau melewatinya dengan baik dan membangun usahanya mulai dari awal lagi. Denga cara yang lebih syar’i tentunya. Alkhamdulillah, hingga saat ini usaha beliau berkembang dengan baik. Salah satu usahanya yang unik adalah menjadi penyetok sayur dan buah-buahan di hotel-hotel ternama di daerah Semarang. Aku berharap kelak dapat berubah menjadi sekuat dan sehebat dirinya.
Kemudian adalah Bu Jujuk. Perempuan yang satu ini juga tidak kalah luar biasa. Dia adalah seorang ekonom yang sangat handal. Hal itu terbukti dengan banyaknya gelar yang beliau sandang dan pengalamannya menjadi orang penting di instansi-instansi besar bertaraf nasional. Ceritanya tidak jauh berbeda dengan pak Mus. Beliau juga mengaku sebagai korban riba. Hampir semua harta yang beliau miliki raib tak tersisa. Beliau hampir gila karena ketakutanya yang selalu dikejar-kejar dept collector kala itu. Beliau juga sempat mendekam di penjara akibat masalah ini.  Hingga pada suatu titik, saat bu jujuk menyerahkan segala urusanya kepada Allah semata. Dan Alkhamdulillah, selalu ada jalan bagi hambanya yang mau berserah diri dan menjadikan Allah sebagai sumber pertolongan. Sedikit demi sedikit permasalahan yang mendera bu jujuk merenggang seiring berjalanya waktu. Dan pada akhinya semua masalah itu dapat terlewati sehingga menjadikan bu jujuk pribadi yang lebih baik. Kini bu juju menjadi salah satu tim suatu lembaga dakwah untuk membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan umat. Bu Jujuk bahkan mengembangkan taqlim pengajian untuk para narapidana perempuan di lembaga pemasyarakatan Mbulu Semarang. Satu hal yang selalu ditekankan oleh bu jujuk. Bahwa sistem riba itu memang sangat berbahaya. Riba dapat berdampak sangat besar bagi pemberi atau penerimanaya. Bu juju juga mengingatkan tentang ancaman Allah SWT yang akan menghancurkan para pelaku riba hingga akar-akarnya. Salut buat bu jujuk. Beliau adalah idolaku sebagai penggiat bisnis syariah. Semoga beliau selalu dirahmati oleh Allah SWT dan semua usahanya membawa berkah bagi banyak orang. Amin.......,
Beberapa tambahan acara juga sangat berkesan. Saat sesi motivasi, ketika kita disajikan film tentang kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita, tentang rasa mensyukuri ninkmat yang sering kali kita lalaikan, tentang sikap-sikap kita yang terkadang melampaui batas tapi kita tidak menyadari, tentang banyak hal yang membuat aku merasa bahwa sebenarnya aku adalah mahluk yang sangat kecil tapi penuh kesombongan. Aku jujur mengakuinya, mataku basah kuyup diliputi penyesalan atas semua kesalahan yang pernah aku perbuat. Aku berharap selalu punya eaktu untuk bertobat dan memperbaiki diri. Pada sesi sholat tahadjud, aku merasa sangat dekat dengan sang Khaliq. Aku mencurahkan begitu banyak kesalahan dan penyesalanku. Begitu banyak harapan dan cita-cita yang ingin ku capai. Tanpa ridho-Mu, tentu semua tidak akan berjalan dengan baik. Aku berharap dapat tetap shiqoh dan konsisten dalam semangat dalam perasaan seperti ini. Amin.......
Sungguh, bagiku riyadhoh ini sangat berkesan. Menakjubkan dan tak terlupakan. Aku belajar banyak tentang lika-liku dunia bisnis. Dan aku belajar lebih banyak tentang mental baja yang harus dibentuk untuk menjadi pebisnis. Kalau ceritaku ini agak berlebihan, mungkin karena rasanya penting bagiku menceritakan setiap detail pengalaman yang aku dapatkan selama mengikuti Riyadhoh kepada para pembaca sekalian. Siapapun yang membaca tulisan ini, tentulah memiliki jiwa yang hampir sama denganku. Ingin berbisnis dengan baik dan meraih kesuksesan yang berkah. Mari kita bersama-sama selalu berusaha menjadi lebih baik. Jangan pernah berfikir untuk berhenti. Tetap semangat dan bergabunglah dengan IBK UNIMUS tahun depan. Aku jamin, cerita pengalamanmu akan lebih panjang dariku.   
  




Tidak ada komentar:

Posting Komentar