SEKOLAH BISNIS UNIMUS
“My passion was
discovered here”
writting for IBK preneurs UNIMUS
Sekolah
wirausaha adalah rentetan dari program IBK Unimus yang harus aku ikuti
selanjutnya. Di sini kami mendapatkan ilmu tentang dunia bisnis yang
sebenarnya. Banyak sekali pelajaran berharga yang kami terutama aku sendiri
dapatkan. Tentang bagaimana memulai, menjalankan hingga mengembangkan usaha
menjadi bisnis raksasa. Waow...!!!, ini benar-benar luar biasa. Ok, pasti para
pembaca sudah tidak sabar mendengar cerita pengalamanku di sekolah wirausaha
IBK UNIMUS 2013. Baiklah, mari kita mulai dari cewek yang pertama ini.
Orang-orang
lebih akrab memanggilnya mbak Miulan. Beliau adalah seorang pelaku usaha yang
bergerak di sektor properti. Dia mengembangkan bisnis kreatif, yaitu jilbab
trendi yang beda dari yang lain. Dia mengagas ide tersebut ketika masih kuliah
dan dengan keuletan usahannya dapat bertahan hingga saat ini bahkan berkembang
pesat. Beliau adalah satu sosok yang dapat dijadikan panutan ketika kita memang
ingin memulai usaha dari bawah. Dari cerita pengalamanya menekuni duni bisnis,
dia sudah beberapa kali berganti usaha. Dari jualan kopi, sampai sekarang
mengembangkan bisnis jilbab trendi ini yang omset pertahunya mencapai ratusan
juta. Lumayan banget kan ?. Beliau menekankan untuk selalu melakukan inovasi
dalam berbisnis. Inovasi tidak selalu terpusat pada produk, tapi juga tentang
pemasaranya, branding perusahaan atau hal lain yang membuat orang lebih memilih
produk yang kita buat dibandingkan yang lain.salah satu yang Mbak Miulan
lakukan adalah melakukan penjualan secara online namun dengan integeritas tinggi
menjamin kepuasan konsumen. Selain itu beliau juga berpesan untuk menjadikan
konsumen sebagai rekan. Menumbuhkan rasa kekeluargaan sehingga terbentuk
keterkaitan emosi dengan konsumen. Hal ini akan menjaga loyalitas pelanggan
terhadap produk kita katanya. Saat ini mbak Miulan telah memiliki butiknya sendiri di daerah semarang
dan bahkan produknya ada yang sudah diekspor. Aplouse buat mbak Miulan. Semoga
usahanya lancar dan aku dapat mengikuti kesuksesan beliau selanjutnya.
AMIN......
Pemateri lain
yang sharing tentang Usahanya adalah mbak Ririn. Beliau juga masih sangat muda.
Beliau adalah pendiri lembaga bimbingan belajar Kanaya. Usahanya juga berjalan
dengan baik. Saat ini beliau telah mempekerjakan puluhan tenaga pengajar untuk
membantunya mengembangkan Bimbel Kanaya. Sebagai seorang pemuda, semangtnya
untuk brewirausaha patut di acungi jempol. Beliau juga memotivasi kita semua
untuk merancang suatu usaha yang kita sukai, kemudian menekankan kepada kita
untuk meyakininya. Yakin bahwa suatu saat kita benar-benar akan menjadi
pengusaha seperti yang kita inginkan.
Yang
selanjutnya ini aku lupa namanya. Beliau ada seorang pria muda yang juga dengan
semangat menekuni dunia bisnisnya. Lika-liku yang beliau alami bahkan lebih
beragam. Beliau bercerita tentang pengalamanya berjualan kambing, berjualan
gedget hingga saat ini beliau fokus pada usaha kuliner. Mental usahanya sungguh
luar biasa. Pengalaman yang beliau bagi kepada kami semua sangat luar biasa.
Menggugah semangatku untuk dapat setara dengannya suatu saat nanti. Orang-orang
ini memang menjadi bomber penyemangatku untuk berbisnis. Aku semakin tertarik
menjalani dunia bisnis.
Tidak hanya
pemacu semangat, Sekolah wirausaha IBK Unimus 2013 juga membekali kita semua
ilmu untuk menyongsong persaingan dagang di era moderen. Salah satunya adalah
mata pelajaran membuat toko on-line. Sedikit banyak aku tahu bagaimana caranya memasarkan
produkku melalui sosial media yang hampir seluruh manusia di dunia dapat
mengaksesnya. Hal ini sangat bermanfat bagi siapapun yang ingin mengembangkan
usahanya hingga taraf internasional.
Cerdas produk
juga tidak kalah penting bukan. Tentulah IBK Unimus menjebatani kita mengetahui
lebih lanjut bagaimana caranya mencipta produk yang tepat guna dan akan diminti
secara luas di masyarakat. Menjaga kualitas dan mengutamakan kepuasan
pelanggan, itu juga merupakan salah satu cara branding yang paling maksimal
untuk mengenalkan keunggulan produk kita di mata pelanggan. Aku baru tahu kalau
ada hal yang harus dilakukan untuk memasukan produk kita ke dalam minsett para
konsumen. Itu disebut Branding.
Selanjutnya
kita juga akan dibekali ilmu akuntansi sederhana untuk managemen keuangan.
Ternyata managemen keuangan itu sangat penting untuk menunjang keberlangsungan
usaha yang kita bangun. Banyak usaha yang gulung tikar karena manegemen
keuanganya amburadul. Aku tidak akan menemukan ilmu-ilmu yang berharga seperti
ini kalau tidak bergabung dengan IBK UNIMUS. Luar biasa.
IBK Unimus
memang tidak setengah-setengah dalam membekali anggota-anggotanya semua ilmu
yang dibutuhkan dalam berbisnis. Para pengusaha-pengusaha sukses lain
dihadirkan untuk membimbing kita mengenali lebih mendalam tentang bagaimana
sistem pemasaran yang baik, cara melakukan inovasi juga cara menumbuhkan
pikiran-pikiran kreatif dalam rangka mengenali pasar dan apa yang sedang
dibutuhkan atau diminati oleh masyarakat. Juga dihadirkan dihadapan kami dari
pemerintahan provinsi yang mengurus masalah koperasi dan UKM. Banyak sharing
yang kami lakukan mengenai cara memulai membuka usaha, dukungan berbentuk apa
saja yang sering dilakukan pemerintah untuk menunjang berkembangnya pelaku UKM,
dan juga cara-cara memperoleh sertifikat resmi pemerintah berkenaan dengan
kepantasan produk beredar di pasar dan label-label yang harus dimiliki produk
kita. Memang banyak sekali manfaat yang dapat aku petik melalui forum ini.
Betapa rugi sekali hidupku, kalau dulu aku menolak untuk bergabung dengan IBK
Uimus. Masih teringat jelas beberapa bait yel-yel yang kita sepakati sebagai
penyemangat sebelum sekolah wirausaha dimulai. “ Demi tekad kita jadi
pengusaha, demi Cita kita jadi pengusaha. Hadapi rintangan hadapi tantangan.
IBK UNIMUS akan tetap jaya”. Yah., seperti itulah semangat yang kami miliki.
Menjadi pengusaha yang sukses. Terimakasih IBK Unimus telah memperluas
semangat, tekad dan pikiran kita untuk tetap berdiri pada cita-cita kami.
Seorang pengusaha. IBK Unimus, harus selalu Jaya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar