TASTY TRIP
WRITING FOR IBK PRENEURS UNIMUS
Bisa dibilang acara
yang terakhir ini sangat super. Menutup semua kepenatan sekolah wirausaha
dengan kunjungan langsung ke markas usaha kecil menengah kemudian jalan-jalan
ceria. Menurut hematku, tentu tujuan utamanya adalah refresing, tapi banyak
juga pelajaran yang dapat kita petik ketika melakukan kunjungan industri. Kita
bisa melihat secara langsung bagaimana suatu produk dibuat. Kesulitan dan
masalah-masalah yang sering dihadapi para pengusaha, hingga trik-trik bagaimana
para pengusaha dapat tetap menjaga mutu dan kualitas produknya walau sedang
diterpa banyak permasalahan. Oke, mari langsung menuju ke inti tulisan ini.
Yang pertama
ini usianya masih muda. Aku tidak berkenalan secara intensif dengannya, tapi
kalau aku lihat-lihat usianya belum menembus angka 30. Sekilas penimpilanya
seperti pemuda urban kebanyakan, tapi untuk prestasi yang telah ia torehkan...,
perlu diacungi jempol. Beliau ini adalah pemilik rumah produksi kaos sablon
yang dapat dikatakan paling besar di ungaran. Inilah dia, mas Onic. beliau
ini sudah mulai bergelut dengan dunia bisnis saat masih kuliah. Pengalaman
bisnisnya sebagai pemilik percetakan, membuatnya berinisiatif mengembangkan
usahanya ke sektor pakaian. Alkhamdulillah, usahanya cukup berhasil. Beliau
mampu mempekerjakan puluhan karyawan dan jumlah produksinya sampai ratusan
potong tiap harinya.
Tidak hanya
seluk beluk dunia bisnis yang beliau ceritakan kepada kami. Kita juga diberikan
sedikit penjelasan untuk menjalankan usaha sepertinya. Dari mulai proses
produksi, promosi hingga pemasaran. Wawasanku semakin lengkap sekarang.
Terimakasih mas Onic. Mari menuju tempat selanjutnya.
Tempat kedua
yang kami kujnjungi adalah rumah seorang pengusaha makanan kuliner. Kuliner di
sini terkhusus pada pengolahan bahan kacang-kacangan menjadi makanan ringan
ataupun diekstrak menjadi minuman bubuk siap minum. Usaha yang ditekuni bapak luar biasa kita panggil saja pak Bi. aku lupa namanya. Usaha ini berjalan sangat bagus. Secara proses pengolah makanan, pengemasan
hingga bahan bakunya sendiri selalu diutamakan yang terbaik. Intregeritasnya
dalam menjaga kualitas produk yang beliau miliki sangatluar biasa. Bahkan
karena itu semua, beberapa tahun yang lalu beliau mendapatkan suntikan modal
dari PLN yang jumlahnya lumayan besar untuk mengembangan usahanya. Oleh sebab
itu, beliau juga dianjurkan untuk terbuka membagi pengalaman dan kecakapanya
dalam dunia bisnis kepada orang-orang yang memang ingin mengetahuinya.
Selain
dipersilahkan mencicipi seluruh hasil olahan yang telah beliau buat, kami tim
IBK Unimus juga di berikan kesempatan melihat secara langsung proses-proses
pengolahan bahan baku hingga menjadi produk yang siap jual. Aku sungguh
terkesan melihat peralatan-peralatan moderen yang beliau miliki
berangsur-angsur dengan kerja keras. Yang lebih membuatku terkesan adalah
semangat beliau untuk terus berinovasi walaupun bisa dikatakan usianya sudah
tidak muda lagi.
Dua tempat di
atas adalah sumber ilmu yang tak akan pernah kulupakan. Jujur, baru satu kali
ini aku melakukan kunjungan industri dan waow, aku mendapat ilmu baru yang tak
ku duga sebelumnya. Thanks so much for IBK Unimus.
Acara
selanjutnya adalah...., rekeasi ceria. Kita akan menuju ke air terjunKlenting
Kuning dan Umbul Sidomukti. Perjalanan menuju ke sana sungguh menyenangkan.
Benar-benar pelepas penat. Relaxxx.......,
Sebelum sampai
ke tempat tujuan, kita menyempatkan diri berhenti sejenak menunaikan kewajiban
kita, shalat zuhur berjamaah. Karena sedang dalam perjalanan dengan tujuan yang
baik, kita putuskan untuk menjamak shalat agar tidak kerepotan lagi di
perjalanan nanti. Harus tetap jaga kewajiban kan?. Well done.
Oke lanjut
acara selanjutnya adalah selingan kacang hijau. Sebelum tancap ke air terjun
Klenting Kuning, kita sejenak disambut dengan santapan kacang hijau yang cukup
nikmat. Dan setelah semua pasukan menunaikan selingan kecil nan lezatnya, kita
langsung menuju ke air terjun menggunakan moda transportasi lokal, mobil
pengangkut sapi. Suasana kekeluargaan sangat terasa. Kami berdesakan, berdiri
dalam bak terbuka mobil yang berjalan menyeberangi jalan setapak berbatu dan
aral. Guncangan yang terjadi menjadi satu topik candaan yang menghibur.
Dilengkapi suguhan alam pegunungan yang indah, sungguh hal ini tak terlupakan.
Sesampainya di
tempat tujuan, kekaguman semakin mencuat.kami disambut dengan tarian kuda
lumping oleh masyarakat sekitar. Semua yang aku lihat di air terjun Klenting
kuning adalah keindahan dan alam yang manenangkan. Dibarengi dengan santapan
siang yang lezat, lengkap sudah kebahagian yang pertama ini. Satu lagi acara
yang seru di Klenting Kuning. Outbond di bawah air terjun. Walau beberapa orang
sedikit anarkis karena tidak dapat
menahan godaan untuk memulai perang air, tapi aku tetap menikmatinya.
Sedikit basah bukan masalah yang besar. Akan kering diperjalanan menguap karena
hangatnya perasaanku saat itu.’ Sory alaynya keluar’. Di perjalanan, penduduk
lokal memberi kami semua tanda mata. Sayuran segar yang baru dipetik dan
diletakan dalam keranjang mini menjadi oleh-oleh gratis yang kami dapatkan dari
keramahan penduduk sekitar. Aku bahkan masih menyimpan keranjang itu sampai
sekarang.
Ketempat
selanjutnya untuk menyelesaikan perjalanan kita hari ini. Tempat paling hebat
untuk menikmati keindahan yang sebenarnya. Umbul Sidomukti. Kita sampai di sana
sekitar pukul 4 sore. Wahana paling menantang tentusaja adalah flying fox dan
jembatan gantung. Kami bergegas membeli tiket dan menuju wahana utama itu. Ini
adalah pengalaman pertamaku mencoba fliying fox. Debar jantung mulai meningkat
fluktuasinya, tapi aku tetap exaited. Hinnga tiba giliranku mengenakan
peralatan keamanan. Beberapa detik lagi aku akan meluncur. Siapkan mental. Aku
berdiri menghadap jurang sedalam belasan meter, diikat kan pada kawat dan akan
dihempaskan ke titik seberang. Whaaa...., aku berteriak sangat lepas. Sensasi
meluncur yang luar biasa. Sesampainya di seberang ada satu lagi wahana yang
wajib kita coba. Jembatan gantung. Konsentrasi tinggi sangat dibutuhkan disini.
Kita harus menyebrangi rajutan tali sepanjang 50 meter diatas jurang tadi.
Exelent. Dan hampir semua anggota mampu menyelesaikan misi ini kecuali salah
seorang pembesar IBK ini, mas Anjar. Beliau mengurungkan niat, berhenti dalam
langkaahnya yang bahkan belum seperempat perjalanan kemudian berbalik arah dan
kembali ke zona aman. Mas anjar kalah sama penantang-penantang wanita lain.
Malu enggak ya dia?.
Oke, outbond yang luar biasa sudah kita lalui
smua. Saatnya hunting foto-foto gokil. Sangat sayang kalau sampai melewatkan
sesi foto-foto di tepat seindah ini. Cekrek, cekrek, cekrek. Beberapa kali
kamera diarahkan mengabadikan momen kealaiyan rombongan IBK Unimus.Hasil gambar
sangat memuaskan. Semuanya sangat memuaskan. Kalau boleh, tahun depan aku amu
gabung lagi dengan IBK Unimus. Diizinin ya bu Ayu....?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar