Senin, 11 November 2013

TASTY TRIP
WRITING FOR IBK PRENEURS UNIMUS

Bisa dibilang acara yang terakhir ini sangat super. Menutup semua kepenatan sekolah wirausaha dengan kunjungan langsung ke markas usaha kecil menengah kemudian jalan-jalan ceria. Menurut hematku, tentu tujuan utamanya adalah refresing, tapi banyak juga pelajaran yang dapat kita petik ketika melakukan kunjungan industri. Kita bisa melihat secara langsung bagaimana suatu produk dibuat. Kesulitan dan masalah-masalah yang sering dihadapi para pengusaha, hingga trik-trik bagaimana para pengusaha dapat tetap menjaga mutu dan kualitas produknya walau sedang diterpa banyak permasalahan. Oke, mari langsung menuju ke inti tulisan ini.
Yang pertama ini usianya masih muda. Aku tidak berkenalan secara intensif dengannya, tapi kalau aku lihat-lihat usianya belum menembus angka 30. Sekilas penimpilanya seperti pemuda urban kebanyakan, tapi untuk prestasi yang telah ia torehkan..., perlu diacungi jempol. Beliau ini adalah pemilik rumah produksi kaos sablon yang dapat dikatakan paling besar di ungaran. Inilah dia, mas Onic. beliau ini sudah mulai bergelut dengan dunia bisnis saat masih kuliah. Pengalaman bisnisnya sebagai pemilik percetakan, membuatnya berinisiatif mengembangkan usahanya ke sektor pakaian. Alkhamdulillah, usahanya cukup berhasil. Beliau mampu mempekerjakan puluhan karyawan dan jumlah produksinya sampai ratusan potong tiap harinya.
Tidak hanya seluk beluk dunia bisnis yang beliau ceritakan kepada kami. Kita juga diberikan sedikit penjelasan untuk menjalankan usaha sepertinya. Dari mulai proses produksi, promosi hingga pemasaran. Wawasanku semakin lengkap sekarang. Terimakasih mas Onic. Mari menuju tempat selanjutnya.
Tempat kedua yang kami kujnjungi adalah rumah seorang pengusaha makanan kuliner. Kuliner di sini terkhusus pada pengolahan bahan kacang-kacangan menjadi makanan ringan ataupun diekstrak menjadi minuman bubuk siap minum. Usaha yang ditekuni bapak luar biasa kita panggil saja pak Bi. aku lupa namanya. Usaha ini berjalan sangat bagus. Secara proses pengolah makanan, pengemasan hingga bahan bakunya sendiri selalu diutamakan yang terbaik. Intregeritasnya dalam menjaga kualitas produk yang beliau miliki sangatluar biasa. Bahkan karena itu semua, beberapa tahun yang lalu beliau mendapatkan suntikan modal dari PLN yang jumlahnya lumayan besar untuk mengembangan usahanya. Oleh sebab itu, beliau juga dianjurkan untuk terbuka membagi pengalaman dan kecakapanya dalam dunia bisnis kepada orang-orang yang memang ingin mengetahuinya.
Selain dipersilahkan mencicipi seluruh hasil olahan yang telah beliau buat, kami tim IBK Unimus juga di berikan kesempatan melihat secara langsung proses-proses pengolahan bahan baku hingga menjadi produk yang siap jual. Aku sungguh terkesan melihat peralatan-peralatan moderen yang beliau miliki berangsur-angsur dengan kerja keras. Yang lebih membuatku terkesan adalah semangat beliau untuk terus berinovasi walaupun bisa dikatakan usianya sudah tidak muda lagi.
Dua tempat di atas adalah sumber ilmu yang tak akan pernah kulupakan. Jujur, baru satu kali ini aku melakukan kunjungan industri dan waow, aku mendapat ilmu baru yang tak ku duga sebelumnya. Thanks so much for IBK Unimus.
Acara selanjutnya adalah...., rekeasi ceria. Kita akan menuju ke air terjunKlenting Kuning dan Umbul Sidomukti. Perjalanan menuju ke sana sungguh menyenangkan. Benar-benar pelepas penat. Relaxxx.......,
Sebelum sampai ke tempat tujuan, kita menyempatkan diri berhenti sejenak menunaikan kewajiban kita, shalat zuhur berjamaah. Karena sedang dalam perjalanan dengan tujuan yang baik, kita putuskan untuk menjamak shalat agar tidak kerepotan lagi di perjalanan nanti. Harus tetap jaga kewajiban kan?. Well done.
Oke lanjut acara selanjutnya adalah selingan kacang hijau. Sebelum tancap ke air terjun Klenting Kuning, kita sejenak disambut dengan santapan kacang hijau yang cukup nikmat. Dan setelah semua pasukan menunaikan selingan kecil nan lezatnya, kita langsung menuju ke air terjun menggunakan moda transportasi lokal, mobil pengangkut sapi. Suasana kekeluargaan sangat terasa. Kami berdesakan, berdiri dalam bak terbuka mobil yang berjalan menyeberangi jalan setapak berbatu dan aral. Guncangan yang terjadi menjadi satu topik candaan yang menghibur. Dilengkapi suguhan alam pegunungan yang indah, sungguh hal ini tak terlupakan.
Sesampainya di tempat tujuan, kekaguman semakin mencuat.kami disambut dengan tarian kuda lumping oleh masyarakat sekitar. Semua yang aku lihat di air terjun Klenting kuning adalah keindahan dan alam yang manenangkan. Dibarengi dengan santapan siang yang lezat, lengkap sudah kebahagian yang pertama ini. Satu lagi acara yang seru di Klenting Kuning. Outbond di bawah air terjun. Walau beberapa orang sedikit anarkis karena tidak dapat  menahan godaan untuk memulai perang air, tapi aku tetap menikmatinya. Sedikit basah bukan masalah yang besar. Akan kering diperjalanan menguap karena hangatnya perasaanku saat itu.’ Sory alaynya keluar’. Di perjalanan, penduduk lokal memberi kami semua tanda mata. Sayuran segar yang baru dipetik dan diletakan dalam keranjang mini menjadi oleh-oleh gratis yang kami dapatkan dari keramahan penduduk sekitar. Aku bahkan masih menyimpan keranjang itu sampai sekarang.
Ketempat selanjutnya untuk menyelesaikan perjalanan kita hari ini. Tempat paling hebat untuk menikmati keindahan yang sebenarnya. Umbul Sidomukti. Kita sampai di sana sekitar pukul 4 sore. Wahana paling menantang tentusaja adalah flying fox dan jembatan gantung. Kami bergegas membeli tiket dan menuju wahana utama itu. Ini adalah pengalaman pertamaku mencoba fliying fox. Debar jantung mulai meningkat fluktuasinya, tapi aku tetap exaited. Hinnga tiba giliranku mengenakan peralatan keamanan. Beberapa detik lagi aku akan meluncur. Siapkan mental. Aku berdiri menghadap jurang sedalam belasan meter, diikat kan pada kawat dan akan dihempaskan ke titik seberang. Whaaa...., aku berteriak sangat lepas. Sensasi meluncur yang luar biasa. Sesampainya di seberang ada satu lagi wahana yang wajib kita coba. Jembatan gantung. Konsentrasi tinggi sangat dibutuhkan disini. Kita harus menyebrangi rajutan tali sepanjang 50 meter diatas jurang tadi. Exelent. Dan hampir semua anggota mampu menyelesaikan misi ini kecuali salah seorang pembesar IBK ini, mas Anjar. Beliau mengurungkan niat, berhenti dalam langkaahnya yang bahkan belum seperempat perjalanan kemudian berbalik arah dan kembali ke zona aman. Mas anjar kalah sama penantang-penantang wanita lain. Malu enggak ya dia?.
  Oke, outbond yang luar biasa sudah kita lalui smua. Saatnya hunting foto-foto gokil. Sangat sayang kalau sampai melewatkan sesi foto-foto di tepat seindah ini. Cekrek, cekrek, cekrek. Beberapa kali kamera diarahkan mengabadikan momen kealaiyan rombongan IBK Unimus.Hasil gambar sangat memuaskan. Semuanya sangat memuaskan. Kalau boleh, tahun depan aku amu gabung lagi dengan IBK Unimus. Diizinin ya bu Ayu....?

 
  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar