ALL ABAOUT APPRENTICE
writting for IBK preneurs Unimus
Magang
adalah rentetan acara dari program IBK Unimus yang sangat luar biasa. Magang
ini ditujukan agar setiap peserta IBK Unimus mampu secara langsung mengamati
dan mengobservasi jalanya suatu usaha baik yang bergerak dalam sektor Industri
ataupun Jasa.
Saya Syaiful
Haque, memilih tempat magang pada usaha yang bergerak di bidang jasa. Usaha
pelayanan bimbingan belajar adalah tempat saya menimba ilmu secara langsung
tentang bagaimana bisnis di sektor jasa. Bagaiman usaha tersebut tumbuh dan
berkembang. Inovasi apa saja yang telah dilakukan dan seberapa jauh minat
konsumen terhadap jasa seperti ini.
Bimbingan
belajar tempat dimana saya magang beralamat di di Jl . Perum KORPRI Blok T1 No
4 Klipang Semarang. Bernama Bimbel Cerda dengan branding meraih prestasi
cemerlang menuju masa depan gemilang. Usaha ini dirintis oleh dua orang
mahasiwa Universitas Muhammddiyah Semarang sendiri yaitu saudara Hadi dan
saudara Meirza Muztaqim. Usaha ini baru berjalan sekita 2 bulan, namun sudah
terdaftar sebanyak 36 anak yang menjadi konsumen tetap. Saya sudah banyak
mengamati tentang managemen dijalankanya usaha ini dan sekarang akan saya bagi
dengan pembaca sekalian.
Usaha ini
bergerak di bidang jasa, jadi manajemen pelayanan sangatlah penting. Hal utama
yang dilakukan owner adalah memastikan kepuasan pelanggan setelah menggunakan
jasanya. Karena usaha ini menjadikan seorang tentor belajar sebagai ujung
tombak kepuasan pelanggan, maka selalu ditekankan kepada para tentor untuk
mengutamakan kepuasan pelanggan dengan cara melakukan pembimbingan belajar
secara maksimal bahkan mendengarkan semua komplain pelanggan dengan raut wajah
tanpa amarah.
Bimbel cerdas
buka setiap hari senin hingga jum’at pukul 15.00 hingga 21.00. ada dua kelas
yang disediakan dapat digunakan untuk tempat pembelajaran bila konsumen
menginginkan pembelajaran dilakukan di tempat tersebut. Namun bila konsumen
menyepakati tempat lain untuk dilakukan pembelajaran, maka tentor akanlah yang
akan mengunjungi tempat tersebut. Biasanya tentor datang ke rumah konsumen dan
melakukan pembelajaran di sana. Ada dua paket pembelajaran yang dapat konsumen
pilih. Yaitu group dan privat. Untuk paket privat, secara intensif seorang
tentor akan mengajar seorang murid, sedangkan untuk paket group seorang guru
maksimal mengajar 10 murid.
Seperti yang
saya katakan di awal, bahwa di sini tentor belajar menjadi ujung tombak
kepuasan pelanggan. Maka management sumber daya manusia yang dilakukan haruslah
tepat untuk menjamin tentor-tentor ini bekerja sesuai dengan kewajibanya. Salah
satu Managemen yang dilakukan oleh owner adalah dengan pemberian upah kepada
para tentor per pembelajaran. Upah tersebut dibedakan antara tentor pengajar di
kantor Bimbel Cerdas dengan tentor pengajar yang harus mengunjungi rumah atau
temapt yang telah disepakati oleh konsumen. Singkat kata tentor yang harus
mengajar bukan di kantor mendapatkan bonus uang transportasi. Untuk memastikan
kualitas para tentor, rekrutmen yang dilakukan untuk menjadi Tentor Bimbel
Cerda dilakukan dengan tidak sembarangan. Bagi mahasiswa sendiri yang berminat
menjadi tentor Bimbel Cerdas, IPK yang bagus menjadi satu syarat untuk dapat
diterima menjadi tentor Bimbel Cerdas. Tidak hanya itu, dilakukan juga beberapa
tes sederhana untuk mengetahui kecakapan tentor dalam menyampaikan materi.
Absensi dilakukan sangat ketat. Semua tentor
baik yang mengajar di kantor ataupun di tempat lain harus tetap melakukan absen
rutin harian di kantor Bimbel Cerdas. Bila hal itu tidak dilakukan, tentor akan
kehilangan upahnya. Ada gagasan untuk memberikan reward bagi tentor-tentor
rajin dan berprestasi. Selain itu, juga dilakukan beberapa kali kumpul bersama
untuk meningkatkan kedekatan sesama tentor dengan pemilik.
Selanjutnya
adalah pengelolaan keuangan. Dimanapun tempatnya, managemen finansial selalu
menjadi hal yang sangat vital. Saya tidak tahu persis berapa keuntungan yang
diperoleh dengan menjalankan usaha ini, tapi dengan jumlah konsumen tetap dan
kewajiban membayar yang harus mereka keluarkan dapat dipastikan usaha yang baru
saja berdiri ini emiliki omset hingga belasan juta rupiah perbulan. Sekitar 30%
dialokasikan untuk upah dan transport tentor. 50% untuk mengembangkan usaha dan
sisanya untuk saving dan berjaga-jaga bila terjadi hal yang tidak diinginkan.
Kebanyakan usaha di Indonesia memang tidak mempercayakan keaamanan usahanya
dengan asuransi. Begitu juga peursahaah ini. Maka dari itu saving sangat
penting untuk persiapan bila ada suatu hal tidak terduga yang terjadi.
Untuk owner sendiri, beliau bilang jarang
mengambil prosentase bagi dirinya. Karena usahanya masih membutuhkan banyak hal
untuk berkembang, beliau lebih mengutamakan keperluan bagi usahanya. Maklum
masih kuliah, uang jajan masih bisa ditanggung sama orang tua.
Salah
satu hal yang tidak kalah penting adalah managemen pemasaran. Bagaimana owner
memperkenalkan ushanya kepada masyarakat. Untuk Bimbel Cerda sendiri, dlam segi
pemasaran masih kurang aktif. Untuk sementara ini, yang dilakukan pihak Bimbel
adalah membuka kantor dan tempat bimbingan belajar kemudian menunggu konsumen
datang dan mendaftar. Promosi yang dilakukan masih minim. Bahkan penyebaran
brosur hanya terpusat pada beberapa tempat saja. Adanya sosial media juga
kurang digunakan untuk menarik konsumen. Promosi yang dilakukan masih sebatas
menunggu datangnya bola.
Untuk
branding sendiri, perusahaan Bimbel Cerdas sudah cukup baik. Selain menekankan
untuk selalu menunjukan keramah tamahan bagi seluruh tentor dan pegawainya
kepada pelanggan Bimbel Cerdas juga membuka kotak komplain untuk mewadahi
pendapat pelanggan yang tidak puas dengan pelayanan dari Bimbel cerdas sehingga
bisa menjadi koreksi untuk kemajuan Bimbel Cerdas yang lebih baik. Disamping
itu, satu hal yang membedakan Bimbel Cerdas dengan Bimbel lain adalah pelayanan
bimbingan pembelajaran yang dilakukan mencakup semua usia sekolah dari TK, SD,
SMP, SMA/SMK hingga umum. Jadi bimbingan belajar ini menjadi slah satu
bimbingan belajar yang cukup lengkap dan berkompeten.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar