Senin, 11 November 2013

ALL  ABAOUT  APPRENTICE
writting for IBK preneurs Unimus

            Magang adalah rentetan acara dari program IBK Unimus yang sangat luar biasa. Magang ini ditujukan agar setiap peserta IBK Unimus mampu secara langsung mengamati dan mengobservasi jalanya suatu usaha baik yang bergerak dalam sektor Industri ataupun Jasa.
Saya Syaiful Haque, memilih tempat magang pada usaha yang bergerak di bidang jasa. Usaha pelayanan bimbingan belajar adalah tempat saya menimba ilmu secara langsung tentang bagaimana bisnis di sektor jasa. Bagaiman usaha tersebut tumbuh dan berkembang. Inovasi apa saja yang telah dilakukan dan seberapa jauh minat konsumen terhadap jasa seperti ini.
Bimbingan belajar tempat dimana saya magang beralamat di di Jl . Perum KORPRI Blok T1 No 4 Klipang Semarang. Bernama Bimbel Cerda dengan branding meraih prestasi cemerlang menuju masa depan gemilang. Usaha ini dirintis oleh dua orang mahasiwa Universitas Muhammddiyah Semarang sendiri yaitu saudara Hadi dan saudara Meirza Muztaqim. Usaha ini baru berjalan sekita 2 bulan, namun sudah terdaftar sebanyak 36 anak yang menjadi konsumen tetap. Saya sudah banyak mengamati tentang managemen dijalankanya usaha ini dan sekarang akan saya bagi dengan pembaca sekalian.
Usaha ini bergerak di bidang jasa, jadi manajemen pelayanan sangatlah penting. Hal utama yang dilakukan owner adalah memastikan kepuasan pelanggan setelah menggunakan jasanya. Karena usaha ini menjadikan seorang tentor belajar sebagai ujung tombak kepuasan pelanggan, maka selalu ditekankan kepada para tentor untuk mengutamakan kepuasan pelanggan dengan cara melakukan pembimbingan belajar secara maksimal bahkan mendengarkan semua komplain pelanggan dengan raut wajah tanpa amarah.
Bimbel cerdas buka setiap hari senin hingga jum’at pukul 15.00 hingga 21.00. ada dua kelas yang disediakan dapat digunakan untuk tempat pembelajaran bila konsumen menginginkan pembelajaran dilakukan di tempat tersebut. Namun bila konsumen menyepakati tempat lain untuk dilakukan pembelajaran, maka tentor akanlah yang akan mengunjungi tempat tersebut. Biasanya tentor datang ke rumah konsumen dan melakukan pembelajaran di sana. Ada dua paket pembelajaran yang dapat konsumen pilih. Yaitu group dan privat. Untuk paket privat, secara intensif seorang tentor akan mengajar seorang murid, sedangkan untuk paket group seorang guru maksimal mengajar 10 murid.
Seperti yang saya katakan di awal, bahwa di sini tentor belajar menjadi ujung tombak kepuasan pelanggan. Maka management sumber daya manusia yang dilakukan haruslah tepat untuk menjamin tentor-tentor ini bekerja sesuai dengan kewajibanya. Salah satu Managemen yang dilakukan oleh owner adalah dengan pemberian upah kepada para tentor per pembelajaran. Upah tersebut dibedakan antara tentor pengajar di kantor Bimbel Cerdas dengan tentor pengajar yang harus mengunjungi rumah atau temapt yang telah disepakati oleh konsumen. Singkat kata tentor yang harus mengajar bukan di kantor mendapatkan bonus uang transportasi. Untuk memastikan kualitas para tentor, rekrutmen yang dilakukan untuk menjadi Tentor Bimbel Cerda dilakukan dengan tidak sembarangan. Bagi mahasiswa sendiri yang berminat menjadi tentor Bimbel Cerdas, IPK yang bagus menjadi satu syarat untuk dapat diterima menjadi tentor Bimbel Cerdas. Tidak hanya itu, dilakukan juga beberapa tes sederhana untuk mengetahui kecakapan tentor dalam menyampaikan materi.
 Absensi dilakukan sangat ketat. Semua tentor baik yang mengajar di kantor ataupun di tempat lain harus tetap melakukan absen rutin harian di kantor Bimbel Cerdas. Bila hal itu tidak dilakukan, tentor akan kehilangan upahnya. Ada gagasan untuk memberikan reward bagi tentor-tentor rajin dan berprestasi. Selain itu, juga dilakukan beberapa kali kumpul bersama untuk meningkatkan kedekatan sesama tentor dengan pemilik.
Selanjutnya adalah pengelolaan keuangan. Dimanapun tempatnya, managemen finansial selalu menjadi hal yang sangat vital. Saya tidak tahu persis berapa keuntungan yang diperoleh dengan menjalankan usaha ini, tapi dengan jumlah konsumen tetap dan kewajiban membayar yang harus mereka keluarkan dapat dipastikan usaha yang baru saja berdiri ini emiliki omset hingga belasan juta rupiah perbulan. Sekitar 30% dialokasikan untuk upah dan transport tentor. 50% untuk mengembangkan usaha dan sisanya untuk saving dan berjaga-jaga bila terjadi hal yang tidak diinginkan. Kebanyakan usaha di Indonesia memang tidak mempercayakan keaamanan usahanya dengan asuransi. Begitu juga peursahaah ini. Maka dari itu saving sangat penting untuk persiapan bila ada suatu hal tidak terduga yang terjadi.   
 Untuk owner sendiri, beliau bilang jarang mengambil prosentase bagi dirinya. Karena usahanya masih membutuhkan banyak hal untuk berkembang, beliau lebih mengutamakan keperluan bagi usahanya. Maklum masih kuliah, uang jajan masih bisa ditanggung sama orang tua.
            Salah satu hal yang tidak kalah penting adalah managemen pemasaran. Bagaimana owner memperkenalkan ushanya kepada masyarakat. Untuk Bimbel Cerda sendiri, dlam segi pemasaran masih kurang aktif. Untuk sementara ini, yang dilakukan pihak Bimbel adalah membuka kantor dan tempat bimbingan belajar kemudian menunggu konsumen datang dan mendaftar. Promosi yang dilakukan masih minim. Bahkan penyebaran brosur hanya terpusat pada beberapa tempat saja. Adanya sosial media juga kurang digunakan untuk menarik konsumen. Promosi yang dilakukan masih sebatas menunggu datangnya bola.
            Untuk branding sendiri, perusahaan Bimbel Cerdas sudah cukup baik. Selain menekankan untuk selalu menunjukan keramah tamahan bagi seluruh tentor dan pegawainya kepada pelanggan Bimbel Cerdas juga membuka kotak komplain untuk mewadahi pendapat pelanggan yang tidak puas dengan pelayanan dari Bimbel cerdas sehingga bisa menjadi koreksi untuk kemajuan Bimbel Cerdas yang lebih baik. Disamping itu, satu hal yang membedakan Bimbel Cerdas dengan Bimbel lain adalah pelayanan bimbingan pembelajaran yang dilakukan mencakup semua usia sekolah dari TK, SD, SMP, SMA/SMK hingga umum. Jadi bimbingan belajar ini menjadi slah satu bimbingan belajar yang cukup lengkap dan berkompeten.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar